Image
0

Tentang Kepergian

Oktober kali ini membawa banyak cerita duka. Cerita tentang kepergian. Tetang merelakan sesuatu yang masih ingin ku dekap erat. Tentang malam – malam nya yang diliputi dengan hujan membadai. Hujan yang disertai angin kencang dan petirnya yang menyambar – nyambar. Yang merobohkan banyak pohon di sekeliling rumahku. Oktober kali ini mengajariku tentang ketegaran. Tentang adanya takar waktu dalam setiap pertemuan. Bahwa ketika Tuhan menciptakan pertemuan maka Ia juga menciptakan perpisahan.

Masih segar dalam ingatanku tentangmu. Saat kita masih bocah berkepang dua. Bermain petak umpet di sekitar rumah. Memanjat pohon dan berlarian di pinggiran sawah sambil bermain layang – layang. `sangat riang dan tanpa beban. Menyenangkan ya masa – masa itu. Pertemuan terakhir kita adalah beberapa bulan lalu. Kau begitu anggun menggendong anakmu yang masih berumur beberapa bulan. Kau semakin terlihat layaknya perempuan dewasa. Tak banyak percakapan antara kita. Karena pertemuan itu begitu singkat.

Hari ini 29 oktober 2011, kabar duka itu sampai di telingaku. Kabar tentang berpulangnya dirimu. Itu berarti kau akan pergi selamanya. Kau akan berada pada dimensi yang berbeda denganku. Sesak rasanya aku mendengar kabar itu. Tak percaya rasanya. benar memang bahwa kematian adalah rahasiaNya. Kita manusia tak pernah tahu kapan datangnya.

Tapi mengiklaskan semua sepertinya adalah pilihan yang terbaik. Karena dengan begitu kau bisa pergi dengan tenang. Tak peduli seberapa jauh jarak anatara kita, kau akan selalu ada dalam setiap doa – doa ku. Selamat jalan kawan. Aku menyayangimu.

after the rain