Image
0

Tarian Bumi, Kisah Tentang Bali Yang Sebenarnya

Kelak kalau kau jatuh cinta dengan seorang laki-laki, kau harus mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang harus kau simpan…. Apa untungnya laki-laki itu untukmu…. Jangan pernah menikah hanya karena kebutuhan atau dipaksa oleh sebuah sistem. Menikahlah kau dengan laki-laki yang mampu memberimu ketenangan, cinta, dan kasih….” (Rusmini, 2004: 21)

Luh Sekar adalah seorang perempuan Bali, ia terlahir sebagai perempuan dari kasta sudra yang sangat berkeinginan untuk mengangkat derajatnya menjadi seorang perempuan terhormat berkasta Brahmana. Segala cara ia tempuh untuk mewujudkan keinginannya itu. Maka menikahlah ia dengan Ida Bagus Ngurah Pidada, seorang lelaki brahmana, yang tidak bisa apa-apa, kecuali mabuk-mabukan dan juga bercinta sembarangan dengan berbagai macam perempuan termasuk dengan Kerta dan Kerti, dua adik perempuan Luh Sekar. Setelah menikah dengan lelaki kasta Brahmana, nama Luh Sekar pun berubah menjadi Jero Kenanga. Jero merupakan gelar yang diberikan kepada perempuan kasta rendah yang menikah dengan lelaki dengan kasta Brahmana.

Dari pernikahannya ini, lahirlah Ida Ayu Telaga Pidada. Berbeda dengan ibunya yang begitu mengagungkan nilai derajat kebangsawanan, maka Telaga Pidada justru memandang bahwa kasta Brahmana penuh dengan kemunafikan. Telaga Pidada pun lebih tertarik dengan Wayan Sasmitha, seorang lelaki dari kasta rendah. Segala kemewahan, kemudahan yang didapat selama tinggal di griya dan juga gelar kebangsawanan ditanggalkan oleh Telaga Pidada demi Wayan Sasmitha. Telaga Pidada tinggal bersama Wayan, Luh Gumbreg dan Luh Sadri, adik dari Wayan dengan kehidupan khas keluarga sudra yang serba kesusahan, tetapi Telaga Pidada bahagia dengan pilihannya tersebut.

Masyarakat Bali, yang mayoritas menganut agama Hindu, mengenal dan menggunakan sistem kasta dalam kehidupan bermasyarakat mereka. Kasta yang paling tinggi dan mendapat perlakuan yang istimewa adalah kaum brahmana atau bangsawan, sedangkan kasta yang terendah, atau masyarakat paling bawah adalah kaum sudra. Sistem kasta ini secara otomatis menjadikan laki-laki sebagai puncak atau titik tolak segala sesuatu, termasuk kekuasaan sehingga menimbulkan sebuah sistem yang disebut dengan sistem patriarki.

Membaca Tarian Bumi adalah membaca kisah Bali yang sebenarnya.

2013-06-06 11.51.26

 

Image
1

Smartphone Oh Smartphone, You are Soo Smart

 

google-android-mascotPerkembangan teknologi sekarang ini begitu pesat. Mulai dari komputer, laptop, tablet, sampai smartphone semakin hari semakin canggih. Segala sesuatu menjadi semakin mudah dengan kecanggihan teknologi tersebut. Banyak hal yang beberapa tahun yang lalu sangat ribet dikerjakan namun dengan adanya teknologi tersebut semunya menjadi semakin mudah dan dapat dikerjakan dalam hitungan detik.

Hari ini kita bisa mengecek dan mengirim email dalam hanya hitungan detik dengan smartphone di genggaman. Kita juga bisa dengan mudah mengobrol melalui telepon ataupun chatting dengan tidak perlu mengelurakan banyak biaya seperti beberapa tahun lalu dengan aplikasi chat di smartphone seperti Blackberry Messenger, Line, Skype, ataupun Whatsapp messenger. Kita juga tidak perlu repot-repot menyalakan komputer untuk mendonlot lagu atau menonton video di youtube. Dan bagi pecinta fotografi juga bisa dengan mudah mengedit dan membagikan foto di jejaring social dengan sangat mudah melalui aplikasi instagram dan semacamnya. Jadi semua bisa dilakukan hanya dengan smartphone di genggaman. Hebat bukan??

Saya termasuk orang yang sangat diuntungkan dengan adanya perkembangan teknologi tersebut. Semua menjadi sangat mudah dan simple. Sangat berbeda dengan beberapa tahun yang lalu ketika saya masih kuliah tentunya. Jaman dulu, mau browsing atau surfing internet saja mesti ke warnet. Paling ribet kalau dapet tugas yang mesti dikerjain buru-buru dan perlu banyak referensi dari internet. Mesti cari warnet yang koneksi internetnya lancar dan pas jaman-jaman itu mesti membayar cukup mahal biar bisa internetan lancar. Warnet  langganan saya dulu adalah warnet Yahoo, karena ya itu tadi..koneksinya lancar jaya tapi mahal diongkos. Dulu perjamnya Rp. 8000 dan saya bisa berjam-jam kalau sudah internetan, sering tekoorr deh jadinya.

Saya adalah pecinta produk google. Bagi saya google itu sangat lengkap. Mulai dari Gmailnya, Chrome browsernya, google search enginenya, google mapnya, google translatenya, Picasanya, Bloggernya, Google drivenya, sampai androidnya, semua saya suka. Dan kesemuanya itu melengkapi kecanggihan teknologi sekarang ini. I love google and I love smartphone…you both are perfect match.