Image
0

Selamat Pagi, Byru

Selamat pagi, Byru

Pukul 6:00 pagi
Mungkin saat ini kamu masih terlelap dalam tidurmu
menjalani mimpimu entah dibelahan bumi yang mana
tapi kuharap kau selalu baik-baik saja
persis seperti harapanku dahulu setiap detiknya

Pukul 6:15 pagi
Mungkin saat ini tidurmu mulai sedikit tersusik
oleh bunyi alarm dari hp mu
yang setiap hari selalu kamu set di jam sama
untuk membangunkanmu
Menggantikan panggilan telepon ataupun smsku
untuk hanya sekedar berucap selamat pagi kepadamu

Pukul 6:30 pagi
Aku yakin saat ini kamu telah bersiap berangkat ke kantor
setelah mempersiapkan semua keperluanmu, mandi dan sebagainya
Aku harap kali ini kamu tidak tergesa seperti dahulu
telat sampai di kantor dan mendapat teguran dari atasanmu

Selamat pagi, Byru
Kuharap harimu menyenangkan
tetap cerah, walau cuaca muram pagi ini
tetap tersenyum menghadapi harimu

Selamat pagi, Byru
pagi ini, masih ada kamu di dalam diriku
masih persis seperti dahulu
pagi ini, aku masih saja mengingatmu
dan belum juga mampu melupakanmu.
3

Image
0

Balada Capres Cawapres

“nanti pemilu presiden pilih capres A aja ya..” ucap bos saya siang itu di sela istirahat

Saya hanya tersenyum menanggapi ucapannya.

“nanti kalau milih capres B tunjangan sertifikasi guru tu bakal di cabut. Mau kamu tunjangan sertifikasi kita di hentikan???” ucapnya lagi kali ini dalam nada tanya

“kok bisa gitu bu?” ucap saya sembari tersenyum

“lho apa kamu ini ga pernah nonton berita di TV to??  itu si capres B kan dalam kampanye nya sudah berujar kalau dia yang kepilih jadi presiden tunjangan sertifikasi guru bakal dihentikan. Saya aja udah bilang sama saudara-saudara dan tetangga-tetangga saya buat milih capres A aja, yang lebih tegas, berwibawa dan bla bla bla bla…..” begitu jelasnya panjang lebar daan berapi-api.

Kembali saya hanya tersenyum menanggapi penjelasannya yang bagi saya malah kedengaran mirip kampanye ini.

Bagi saya memilih calon presiden berdasarkan ketakutan seperti itu adalah kekonyolan yang paling konyol. Memilih secara membabibuta tanpa peduli track record calon yang bakal dipilihnya. Semua hanya karena ketakutan yang bagi saya sangat tidak logis. Ketakutan yang belum jelas kebenarannya.

Menentukan pilihan bagi saya tidaklah semudah seperti ketika saya bilang “saya mau makan” atau “saya mau kebelakang, buang air kecil dulu ya”. Menentukan piliha itu bagi saya harus benar-benar jeli dan harus dipikirkan secara matang, bukan hanya ikut-ikutan semata. Pilihan berdasarkan ikut-ikutan bagi saya menunjukkan bahwa kita sebagai manusia tidak mempunyai pendirian. Bukankah kita sebagai manusia telah dianugerahi hati dan otak untuk berfikir, menimbang, dan memilah mana yang baik dan mana yang benar?. Lalu kenapa saya harus mengikutimu jika saya bisa memilih sendiri berdasarkan hati nurani saya?.

Bagi saya tidak ada yang berhak mengatur pilihan kita soal capres cawapres ini. Tidak juga bos, orangtua, pacar, suami, sahabat ataupun teman. Karena kita berhak menentukan pilihan kita sendiri. Berdasarkan pertimbanan hati dan otak kita sendiri. Kalau kamu sudah punya calon sendiri, pilih calonmu. Taidak perlu memprovokasi orang lain untuk mengikutimu dengan menjelek-jelekkan capres cawpres lain. Bagi saya memilih adalah privasi setiap orang tanpa perlu campur tangan orang lain.

DSCF2202

 

 

Quote
0

[wallcoo.com]_echi_echi_1121218_top

 

Keyakinan itu kembali hilang
terbawa arus hujan pagi ini

Lalu selanjutnya adalah kosong
dan lubang itu kembali menganga

Pagi ini dan seterusnya aku akan berlari
dalam gerimis pagi, sendiri