Image
0

Kepada Byru

IMG_1475479009917

Dear Byru,
Kamu tidak akan pernah tahu kemana aliran sungai takdir akan membawamu. Kamu bisa saja merencanakan semua hal yang indah dan begitu sempurna untuk hidupmu, namun tetap saja pada akhirnya kita manusia hanya akan tunduk dan kalah pada skenarioNya. Semua yang kamu jalani telah diaturNya, ketika Dia telah menetapkan segala sesuatu maka tak kan ada yang bisa membantahNya. Seperti bilangmu, “semua terjadi seperti sebagaimana semua harus terjadi”.

Byru,
aku masih ingat semua rencana kita dahulu. Melangsungkan pernikahan yang indah seperti di negeri dongeng, dengan dekorasi pelaminan yang penuh bunga-bunga seperti impianku. Baju adat Jawa basahan adalah yang kita pilih untuk pesta meriah yang kita rencanakan. Lalu setelahnya seperti rencanamu kita akan berbulan madu ke kota impianmu, Venice Italy.

aku ingin memiliki sebuah rumah sederhana yang nantinya akan kita huni bersama anak-anak kita” bilangmu suatu ketika

lalu, apa impianmu setelah memiliki rumah?”  tanyaku

“aku ingin sampai di rumah saat senja, supaya kita bisa menikmati senja di beranda sambil meminum teh hangat kesukaan kita” jawabmu

Byru,
Masih sangat jelas didalam ingatanku ketika kamu bercita-cita mempunyai seorang anak yang akan aku kandung di dalam rahimku.

“aku ingin dia perempuan, biar cantik sepertimu” bilangmu di senja itu

“Lyla” lanjutmu

Aku hanya mengernyitkan dahi menanggapi ucapanmu

“iya, bocah kecil itu nantinya ingin aku beri nama Lyla” lanjutmu lagi

Kali ini aku hanya tersenyum menanggapi ucapanmu. Lalu kamu mendekatiku dan mencium lembut keningku.

Byru,
indah sekali yah mimpi-mimpi kita dahulu. Sampai kita tidak menyadari bahwa dalam setiap kemungkinan selalu ada ketidakmungkinan. Bahwa ada tangan Tuhan dalam setiap rencana-rencana kita, dan apa yang menjadi kehendak Tuhan belum tentu sama dengan mimpi-mimpi kita.

Byru,
Dimanapun kini kau berada, aku berharap kau selalu bahagia. Bagaimanapun bentuk kehidupan barumu kini “jangan lupa untuk selalu tersenyum” seperti pesanmu dahulu sebelum pada akhirnya kabut putih menghalangi pandanganku untuk hanya sekedar menatap bening dua matamu dan senyum kecil yang tiap kali akan kau pamerkan setiap kita bertemu. Selamat jalan, Byru. Doaku selalu menyertaimu.

 

Dari aku yang masih dan akan selalu merindukanmu, Senja.

Advertisements

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s