Image
0

Kali Ini Tentang Kakekku

Kakekku adalah manusia paling menyenangkan dan baik hati yang pernah aku kenal. Dia adalah pendongeng yang hebat. Aku selalu menyukai saat – saat bersamanya. Kami akan menghabiskan waktu untuk mengobrol dan meminum kopi hitam kesukaannya tiap kali bertemu. Dia pasti akan menceritakan kisah – kisah masa mudanya tiap kali aku berada di sampingnya. Dari kisah – kisahnya aku tahu dia laki – laki yang hebat dan sangat menyenangkan.

Hobinya adalah memelihara binatang. Ayam jago dan burung adalah favoritnya. Beberapa hari sekali dia pasti akan pergi ke pasar untuk membeli makanan untuk peliharaannya. Sepulangnya dari pasar dia pasti akan membelikan serabi kesukaanku. Dan setelahnya kami akan duduk bersama di teras rumah sambil makan serabi dengan segelas kopi hitam. Dia juga akan menghitung sisa uangnya setelah berbelanja dan beberapa sisanya selalu dia bagi untukku sebagai uang jajan.

Tiap libur tiba aku dan kakek selalu pergi ke sawah ataupun ke hutan miliknya. Aku suka melihatnya mencangkul. Dia selalu bersemangat meskipun sudah tua. Sementara dia sibuk dengan cangkulnya, aku akan berjalan – jalan di pinggir kali kecil dekat sawah. Airnya sangat jernih, kadang ada ikan – ikan kecil terlihat sedang berenang. Di pinggiran kali juga terdapat bunga – bunga liar. Warnanya kuning menyala, bentuknya bulat dan besar menyerupai matahari. Aku menyebutnya bunga matahari. Biasanya setelah kakek selesai mencangkul dia akan memetik singkong dan membakarnya dengan kayu seadanya. Dan setelahnya kami akan memakan singkong bakar itu bersama – sama, sambil mengobrol random tema.

Tak pernah habis rasanya semua cerita tentang kakek. Meskipun sekarang dia tak lagi ada di jagad raya ini. Aku selalu merindukannya. Mengenang saat – saat bersamanya. Saat – saat terbaik yang tak kan tergantikan oleh apapun. Dia adalah manusia paling baik setelah ibuku. Tak ada yang mampu melakukan sebaik dia. Aku merindukanmu, embah. Semoga doa – doa yang selalu ku panjatkan untukmu sehabis sholat sampai kepadamu. Aku menyayangimu dulu, sekarang dan selamanya.

Coming_Home_by_jd_photowork

Advertisements
Image
0

Kepada Byru

“Cinta itu tak akan pernah berakhir, bahkan ketika kepemilikannya sudah berakhir. Cinta itu tak mengikat, sehingga jalinan yang putus tak berpengaruh atas adanya cinta. Cinta itu tak membenci dan mendendam, tak membuat hati berlama-lama hanyut dalam biru. Cinta memerdekakan dan memberi kegairahan, sehingga jarak raga yang melebar tak berpengaruh padanya.

-Dari catatan salah satu teman FB, mb Sekar Suket-

Hai Byru,

Aku paham sekarang, kenapa semua rasa ini tak juga usai. Rasa yang timbul tenggelam. Yang tiap kali muncul selalu membuat dadaku sesak. Dan gerakku seolah terhenti di titik itu. Lalu beribu kenangan tentangmu muncul, seolah menghantam tepat di jantungku. Menyerangku dari segala arah dan tak ada tempat untuk bersembunyi ataupun berlari.

Rindu itu serupa keheningan yang tak bisa kulukiskan dengan apapun
Sebuah ruang kosong tanpa pintu dengan dindingdinding tebal menjulang
menyentuh langitlangit ingatan yang hanya satu jalan menujumu
.

Dulu, ku pikir semua rasa ini akan hilang begitu saja seiring waktu yang tertempuh. Semua akan hilang begitu saja dengan hadirnya wajah baru di hidupku. Tapi nyatanya semua prediksiku salah. Benar memang bahwa tak ada yang bisa diprediksi dari perasaan. Karena perasaan mengalir begitu saja,  layaknya air tak akan ada yang mampu membendungnya. Sebesar apapun rasaku pada wajahwajah baru itu, tetap kamu di baris pertamaku. Kamu tetaplah kamu dengan segala yang pernah terlukis di benakku dahulu.

Tidak peduli seberapa keras suarasuara itu membisiki ku, mengatakan betapa pengecutnya kamu. Seberapa ciut nyalimu, hingga memilih pergi sebelum badai itu datang. Meninggalkanku dengan banyak tanya yang tak pernah kau jawab. Bagiku, kamu tetaplah kamu dengan semua kebaikan dan keburukanmu yang tetap memiliki arti tersendiri yang tak kan pernah mereka pahami.

Byru,

Jika entah karena keajaiban atau apapun itu, tiba-tiba kamu menemukan tulisan ini dan membacanya, satu-satunya harapanku semoga kau tidak berkeberatan dengan semua rasaku ini, rasa yang aku sendiri tak pernah tahu akan sampai kapan.

letters_for_you_by_silvermoonswan-d5qjpfp