Image
1

If Its Will Be, It Will Be

“Ada banyak hal di dunia ini yang tidak juga kupahami. Ada banyak tanya yang tak juga kutemukan jawaban”.

Hampir dua setengah tahun sejak peristiwa yang dengan tibatiba memisahkan kita. Masih ada banyak tanya yang tersisa yang belum juga terjawab dari semua yang terjadi dahulu. Hampir dua setengah tahun pula kita tidak bertegur sapa. Tapi tahukah kau, bahwa jarak yang sejauh itu tidak juga membuat rasaku padamu sirna? Seperti udara ia tetap ada. Ia menjadi salah satu hal yang penting dan membuatku tetap ada sampai hari ini. Walau kadang menyiksa namun ia tak pernah sampai membunuhku. Ia yang membuat hidupku terus hidup.

Hampir dua setengah tahun. Dan aku tidak juga mampu menghapus bayangmu dari ingatanku. Menghapus semua tentangmu dari kepalaku. Kamu tetap ada, berputar-putar disana. Kamu masih menjadi hal yang kuingat terakhir sebelum lelap tidurku dan menjadi hal pertama yang muncul di kepalaku saat aku terbangun. Bahkan ketika ada wajah lain yang hadir, kamu tetap ada diantaranya. Membayangi setiap langkah, mengingatkanku untuk selalu berhati-hati menjaga hatiku.

Hampir dua setengah tahun. Dan di hatiku kamu tetap orang baik yang ku kenal dahulu dan akan selalu dan terus begitu. Apapun yang kau lakukan, atau seacuh apapun sikapmu padaku sekarang bagiku kamu tetaplah orang baik. Aku tahu kamu hanya sedang berakting jahat dihadapanku, mungkin itu satu-satunya cara agar membuatku yakin bahwa kamu sudah membenciku dan melupakanku. Namun hatiku kecilku melihatnya lain, ia paham bahwa kau hanya sedang berusaha mengingkari perasaanmu terhadapku. Dan tak ada alasan untuk aku bisa membencimu.

“tidak ada alasanku untuk membencimu, bagimanapun kau kini”

Tahukah kau bahwa semakin aneh sikapmu terhadapku, akan semakin meyakinkanku bahwa kita masih memiliki rasa yang sama. Ingin melupakan tapi tidak juga mampu. Pada akhirnya kita hanya menyakiti dirisendiri. Jika saja kau memiliki sedikit saja keberanian untuk jujur, lalu kita bisa saling berbicara mungkin semua akan menjadi lebih baik. Tapi entah dimana saat ini keberanian itu bersembunyi?.

Tidak ada kekuatan apapun yang diciptakan manusia dapat menghentikan cinta

Aku hanya percaya, if its will be, it will be. Tuhan yang akan mengatur segalanya. Jika kita memang berjodoh, se-impossible apapun keadaannya saat ini  pasti akan terjadi dan kita akan bersama. Begitupun sebaliknya. Dan aku percaya semua rasa yang tak juga padam ini adalah karunia Tuhan dan hanya Tuhan yang mampu menghentikannya. Semoga kita senantiasa diberi kesabaran, keiklasan dan kekuatan menjalani semua. Tuhan akan mengatur segalanya, yakinlah!! J

“Aku menyayangimu sejak dulu sekali, hari ini, esok dan berjuta-juta esok sesudahnya”.

sarangan_16

0

Selamat Tinggal, Dear Coffee

“Terkadang kita harus meninggalkan sesuatu bukan karena kita tidak lagi mencintai sesuatu itu, tapi terkadang kita harus pergi lebih karena untuk kebaikan semua”.

Beberapa hari ini saya benar-benar harus bedrest. Dan benar-benar kalah oleh rasa sakit di perut saya yang sama sekali tidak bisa saya tolelir. Perih, mual, kembung, panas, lengkap semua. Saking sakitnya semalam suntuk saya ga bisa tidur, bener-bener nikmat deh rasanya,hihihi. Setelah saya priksain ke dokter ternyata maag akut saya kumat lagi. Kalo udh kaya gini jadi ngerasa berharga banget deh yang namanya sehat.

Terakhir rasa sakit ini menyerang tubuh saya adalah beberapa tahun lalu, sekitar tahun 2006. Udah lama banget yah. Waktu itu saya masih ngekost di Semarang. Wah ngerepotin semua orang di kost  tuh. Waktu itu yang saya rasain malah lebih parah dari ini. Sampe priksa di beberapa dokter dan tidak juga sembuh. Namun pada akhirnya nemuin dokter yang pas juga dan diberi kesembuhan sama Tuhan. Amiinnn.

Selama saya bedrest di rumah dan ninggalin tugas saya bermain-main dengan anak-anak lugu yang ngangenin di kampung sono, saya jadi mengingat-ingat penyebab penyakit ini kambuh lagi. Diantaranya adalah keteledoran saya yang menganggap sepele sarapan, menganggap sepele minum kopi kesukaan saya. Saya adalah pecinta kopi. Hidup tu ga lengkap tanpa kopi. Kopi itu buat saya bisa jadi sebagai mood boster. Nha beberapa hari lalu tu saya beberapa kali minum kopi. Karena cinta saya sama kopi, saya ga mikir kalau akibatnya bakal sefatal ini.

Nha mulai dari sini saya memang harus berhati-hati dengan makanan. Dengan terpaksa dan berat hati saya harus ninggalin kopi, sambel dan kawan-kawannya yang menurut dokter adalah penyebab penyakit maag. Seberapapun cinta saya sama kopi dan sambel harus tetap saya tinggalkan. Bukan karena saya tidak lagi cinta, tapi lebih untuk kebaikan kesehatan saya kedepannya. Kalau saya mau hidup saya tetap baik-baik ya harus nurut. Selamat tinggal kopi dan sambel.

Memang benar bahwa segala hal di dunia ini akan selalu ada resikonya. Setiap pilihan akan selalu ada konsekuensinya. Yang terpenting dari semua adalah melihat pada sisi baiknya. okesipp.

Pic by Ernanda Putra