Image
0

Curhatanku

Selamat pagi, Byru
Bagaimana pagimu disana? Semoga selalu cerah ceria, bagaimanapun rupa cuaca hari ini. Semoga harimu selalu menyenangkan. Tercukupkan segala yang kau butuhkan. Selalu dalam lindungan dan ridhoNya. Amiinnn. Pagi ini, aku ingin sedikit mengadu kepadamu. Boleh kan ya?? Seperti dulu kau selalu dengan senang hati mendengarkan keluh kesahku,hihhi

Kemarin,  dengan tiba-tiba datang pacar dari teman masalaluku. Dengan penuh amarah dia menuduhku macam-macam. Dia begitu yakin dengan persepsinya bahwa aku masih peduli, sayang, dan berharap kembali kepada masalaluku. Entah atas dasar apa dia memiliki persepsi seperti itu. Padahal selama ini aku tidak pernah ataupun terbersit keinginan bersinggungan dengan masalaluku. Benar-benar tuduhan yang tidak berdasar, pikirku. Melihat emosinya yang seperti api menyala-nyala membakar segala yang ada, aku hanya tertawa. Lucu pikirku, bener-bener childish dan labil. Muncul rasa kasihan dihatiku. Pasti dia sangat terluka dan tersiksa oleh amarah dan kecemburuannya sendiri. Kecemburuan yang tidak lewat jalan.

“Kecemburuan, kemarahan, kebencian, dan semua pikiran negatif lainnya adalah sumber dari segala sumber penyakit. Yang hanya bisa disembuhkan dengan melepaskan semuanya”.

Byru,
Melihat anak itu dengan segala api kemarahn dan kecemburuan yang tidak berdasar tadi, aku seperti melihat diriku sendiri di waktu lalu. Kamu masih ingat waktu aku dengan sangat emosi melihatmu asik ngobrol dengan seorang anak yang dari kecil begitu mencintaimu?? Bego banget yah aku dulu, mau aja sakit cuma gara-gara rasa cemburu yang ga perlu. Padahal kamunya ga gimana-gimana sama anak itu. Masih inget banget kamu jadi ikutan marah sama aku karena aku ga percaya semua penjelasanmu. Maafin semua kebodohanku dulu yah.

“Segala hal yang kita alami adalah cara Tuhan menuntun kita untuk belajar. Melihat, mengamati, lalu memahami semua sebagai sebuah hikmah”.

Byru,
Banyak hal sudah terlewati. Banyak orang sudah kutemui. Banyak pelajaran sudah kudapat dari tiap pertemuan. Dan aku semakin yakin bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia. Dulu, kita dipertemukan juga pasti untuk sebuah alasan yang saat ini mungkin hanya Tuhan yang tahu. Terimakasih pernah menjadi bagian dari kisahku yah, Byru. Terimakasih telah mengajariku banyak hal yang membuatku menjadi aku yang sekarang.

emo-angel-boy-t5-1

Advertisements

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s