Waspada! Ekspektasi Tegangan Tinggi

Apel Hijau

Jangan berharap pada makhluk.

Sebuah kalimat yang menjadi begitu terdengar aneh dalam kepalaku belakangan ini. Manusia adalah tempat segala salah, khilaf dan segala kekurangan. Kalimat diatas merefleksikan sebuah aba-aba, agar tidak ada satupun di dunia ini yang menjadi tumpuan harapan kita. Karena apapun yang menjadi tumpuan, selain Allah swt, akan, pasti dan meyakinkan sekali memberikan rasa sakit. Entah itu sekarang, nanti, bulan depan, tahun depan, dan kapan saja. Atau bisa jadi dalam keadaan yang biasa saja atau keadaan diluar keadaan biasa.

Dulu, mamak juga pernah berbagi tentang cerita kehidupannya. Bahkan kepada suami-pun nanti, tidak boleh meletakkan segala harap. Karena tidak mungkin segala harap kita itu akan terkabul. Bahkan dalam taraf yang harapan-harapan standard pun, bisa jadi itu jadi sumber kekecewaan. Kemudian, bagaimana caranya seseorang membuat harapan 0% kepada orang lain? Misal kepada orang-orang terdekat, bagaimana caranya?

Pernah ada satu film korea yang tidak sengaja saya tonton (anggap saja agar saya…

View original post 416 more words

Advertisements

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s