Image
2

WS Rendra, Sajak Cinta Ditulis Pada Usia 57

letters_for_you_by_silvermoonswan-d5qjpfp

Setiap ruang yang tertutup akan retak
karena mengandung waktu yang selalu mengimbangi
Dan akhirnya akan meledak
bila tenaga waktu terus terhadang

Cintaku kepadamu Juwitaku
Ikhlas dan sebenarnya
Ia terjadi sendiri, aku tak tahu kenapa
Aku sekedar menyadari bahwa ternyata ia ada

Cintaku kepadamu Juwitaku
Kemudian meruang dan mewaktu
dalam hidupku yang sekedar insan

Ruang cinta aku berdayakan
tapi waktunya lepas dari jangkauan
Sekarang aku menyadari
usia cinta lebih panjang dari usia percintaan
Khazanah budaya percintaan…
pacaran, perpisahan, perkawinan
tak bisa merumuskan tenaga waktu dari cinta

Dan kini syairku ini
Apakah mungkin merumuskan cintaku kepadamu

Syair bermula dari kata,
dan kata-kata dalam syair juga meruang dan mewaktu
lepas dari kamus, lepas dari sejarah,
lepas dari daya korupsi manusia
Demikianlah maka syairku ini
berani mewakili cintaku kepadamu

Juwitaku
belum pernah aku puas menciumi kamu
Kamu bagaikan buku yang tak pernah tamat aku baca
Kamu adalah lumut di dalam tempurung kepalaku
Kamu tidak sempurna, gampang sakit perut,
gampang sakit kepala dan temperamenmu sering tinggi
Kamu sulit menghadapi diri sendiri
Dan dibalik keanggunan dan keluwesanmu
kamu takut kepada dunia

Juwitaku
Lepas dari kotak-kotak analisa
cintaku kepadamu ternyata ada
Kamu tidak molek, tetapi cantik dan juwita
Jelas tidak immaculata, tetapi menjadi mitos
di dalam kalbuku

Sampai disini aku akhiri renungan cintaku kepadamu
Kalau dituruti toh tak akan ada akhirnya
Dengan ikhlas aku persembahkan kepadamu :

Cintaku kepadamu telah mewaktu
Syair ini juga akan mewaktu
Yang jelas usianya akan lebih panjang
dari usiaku dan usiamu

0

Membunuh rasa, jika saatnya…

RINTIHAN PAGI BISIKAN SENJA

Apakah ini saatnya membunuh perasaanku?! Melepaskan segala rindu yang mengendap menjadi debu berterbangan, bersatu bersama langit membentang. Apakah aku mampu? Sementara perasaan ini telah menjelma prasasti yang membatu. Hidup di segala adaku. Dalam diam, jarak bahkan luka sekalipun.

Betapa susah memahami arti diri. Betapa sulit menyelami maunya hati. Jalan membentang bertabur kasih yang kugelar, tetap saja membuatmu bergeming. Padahal, segala adaku telah kubuka untukmu tanpa tirai sehelaipun.

Jika memang akhirnya aku harus membunuh perasaan ini, ijinkan aku untuk tetap mengenangmu. Tidak juga karena apa, cinta sejati tak bisa dibunuh pun bunuh diri. Dia akan tetap mengalir di setiap alunan nada kasih yang menggema di jagad maya. Ijinkan aku tetap mencintaimu, walau hanya dalam diam, dalam senyap. Hingga suratan takdir membukakan rahasia kalamnya. Mungkin hanya dengan cara itu, aku bisa tetap mencintaimu. Walau mungkin, tak pernah nyata juga akhirnya.

Ada jera menderu dalam kalap cintaku. Merobek janji hati yang memahat batu…

View original post 56 more words

Image
3

Selamat Tiga Tahun, Dee

387213_308668852486270_388367451_nHari ini iseng buka Fesbuk jadul yang sudah sangat lama saya deaktif. Menemukan tulisan ini di salah satu notesnya. Notes ini saya tulis waktu ulang tahun Dee yang ke 3, tanggal 27 November 2011. Begitu cepat waktu berlalu.

Saat itu, saya ingin sekali meloncat ke waktu saya yang sekarang ini, tahun 2015. Dan anehnya, hari ini saya justru ingin kembali ke 27 November 2011. Ingin kembali kesana, mengulang, membenahi semua langkah yang saya ambil di tahun-tahun itu.Langkah yang menjadikan saya hari ini. Sayang, keinginan saya hanya akan menjadi keinginan saja. karena waktu tak akan pernah terulang. Seperti katamu dahulu “Mesin waktu itu ga ada, Re”.

Hari ini adalah tiga tahun pertamamu. Kau telah tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan. Cerdas, aktif dan supel. Kau tak pernah merasa minder ataupun menjadi pemalu dengan orang – orang yang meskipun baru kau temui. Kau adalah tipe anak yang cerewet. gak pernah mau diam. Kau selalu penasaran dengan hal – hal yang baru kau temui. Kau adalah tipe anak yang selalu ingin tahu banyak hal.

Hobimu adalah naik delman. Dan hampir tiap hari kau naik delman di pasar. Kau akan terus merengek jika keinginanmu itu belum di turuti. Jika sudah naik delman kau pasti akan berlagak layaknya pak kusir yang sedang mengatur jalannya kuda. Kau sungguh lucu dan menggemaskan.

Hobimu yang lain adalah mendengarkanku bercerita. Kau akan mendengarkan dengan seksama setiap cerita yang ku kisahkan padamu. Dan tak segan kau bertanya jika ada hal yang tak kau pahami. Lalu kau akan selalu ingat tiap detail cerita yang ku kisahkan. Cerita favoritmu adalah cerita fabel. Khususnya cerita tentang binatang kesukaanmu, kuda. Terkadang saking seringnya kau memintaku bercerita tentang kuda, aku sampai kehabisan stok dongeng tentang binatang berkaki empat itu. Maka aku akan mengarang ceritaku sendiri.

Seperti layaknya anak – anak kecil pada umumnya, kau juga penggemar berat kartun. Dan kartun favoritmu adalah doraemon. Saking cintanya sama doraemon aku harus menge-set ringtone di hape ku dengan lagu theme song doraemon. Dan saat hapeku berbunyi maka kau akan bernyanyi lagu itu dengan riangnya.

Kau juga termasuk anak yang gemar sekali bernyanyi. Di usiamu yang tiga tahun ini kau telah hafal banyak lagu ank – anak. Kau juga suka lagu – lagunya Avril lavigne. Mungkin karena keseringan mendengarkanku memutar lagu itu, maka kau jadi tertular. Hehehe kau akan langsung berjoget dan ikut bernyanyi ketika mendengarkan lagu whaddahel dari penyanyi asal Canada itu. Walaupun dengan lirik yang asal – asalan tentunya. Nadhom asmaul husna yang di buat shalawat kau juga sudah bisa menirukan walau terkadang masih ada salah – salah.

Selamat bertambah usia, nenesh. Panjang umur, sehat dan bahagia selalu. jadi anak sholeh, berguna bagi semua, diberkahi Allah SWT dan semoga mimpi – mimpi mu menjadi nyata. Kau adalah kekuatanku yang membuatku bertahan sampai detik ini. Dan kita akan terus bersama – sama melewati masa – masa tersulit ini. Aku menyayangimu dulu, sekarang dan selamanya. iLoveyou cuhyoottt.

Image
0

Terima Kasihku, Ibu

a_gentle_evening_by_kerri__jo-d4msveo

Untuk senyummu di setiap pagiku tiba
Untuk makanan sehat di setiap hariku
Untuk kesabaranmu menghadapi kenakalanku
Terima kasihku, Ibu

Untuk doa-doa mu di sehabis sholatmu
Untuk keikhlasanmu menjagaku
Untuk kasihmu yang tak pernah henti
Terima kasihku, Ibu

Ibu adalah kasih yang tiada akhir
Doa yang takkan pernah putus
Ibu adalah kehidupanku
Aku menyayangimu, Ibu

*Di tulis untuk tugas puisi Dee*