Image
0

I Go Back to May 1937

I see them standing at the formal gates of their colleges
I see my father strolling out
under the ochre sandstone arch,
the red tiles glinting like bent
plates of blood behind his head,
I see my mother with a few light books at her hip
standing at the pillar made of tiny bricks,
the wrought-iron gate still open behind her,
its sword-tips aglow in the May air,
they are about to graduate, they are about to get married,
they are kids, they are dumb,
all they know is they are innocent,
they would never hurt anybody.
I want to go up to them and say Stop,
don’t do it—she’s the wrong woman,
he’s the wrong man, you are going to do things
you cannot imagine you would ever do,
you are going to do bad things to children,
you are going to suffer in ways you have not heard of,
you are going to want to die. I want to go
up to them there in the late May sunlight and say it,
her hungry pretty face turning to me,
her pitiful beautiful untouched body,
his arrogant handsome face turning to me,
his pitiful beautiful untouched body,
but I don’t do it. I want to live.
I take them up like the male and female paper dolls
and bang them together at the hips, like chips of flint,
as if to strike sparks from them,
I say “Do what you are going to do, and I will tell about it”

Poem by Sharon Olds

Advertisements
Image
0

Kebahagiaan

e48946aae36ca4f2eb024b3bc7a3d20b-d15grkp

Kebahagiaan, apakah kebahagiaan?
Tahukah kau dimana ia tinggal?

Kebahagiaan suatu hari pernah datang
mewujud seseorang yang katanya mencintai
mencintai dengan segenap hati
Dengannya aku pernah berani punya mimpi
tentang bintang dan sebuah rumah di masadepan

“aku mencintai kamu yang sekarang dan di masa-masa yang akan datang”
bilangnya padaku suatu waktu
dan begitu saja aku percaya

Pada saat yang lain kebahagiaan juga pernah datang
mewujud seseorang lainnya
yang dengannya aku bisa bercerita apa saja
apa saja yang terlintas di benak

“kita adalah teman yang akan menggenapi satu dengan lainnya”
begitu bilangnya suatu  waktu
dan lagi..begitu saja aku percaya

Lalu pada akhirnya….mereka menghilang
menghilang entah kemana
entah karena sebab apa atau bagaimana
yang kutahu bahwa jatah kebersamaanku dengan mereka telah selesai

Lalu, apakah kebahagiaan??
dimanakah ia tinggal??

Kebahagiaan ada didalam diri
ia ada didalam segala hal
segala hal yang bisa kau rasakan

Kebahagiaan adalah tentang bagaimana kau menemukan sudut pandang terbaik
dari segala hal yang kau lihat dan rasakan

 

Note:
Tulisan ini terinspirasi dari salah satu percakapan Alexander Supertramp dan Ron Franz di film Into The Wild

 

Image
0

Akhirnya Kau Hilang

gone

Akhirnya kau pergi dan aku akan menemukanmu dimana-mana
Di udara dingin yang menyusup di bawah pintu
Atau di baris-baris puisi lama yang diterjemahkan dari bahasa-bahasa jauh
Di sepasang mata gelandangan yang menyerupai jendela rumah berbulan-bulan tidak dibersihkan
Atau di balon warna-warni yang melepaskan diri dari tangan seorang bocah

Akhirnya kau pergi dan aku akan menemukanmu
Di jalan-jalan yang lengang atau bangku-bangku taman yang kosong
Aku menemukanmu di salju yang menutupi kota
Seperti perpustakaan raksasa yang meleleh
Aku menemukanmu di gerai-gerai kopi, udara
dan aroma makanan yang kurang atau terlalu matang

Aku menemukanmu berbaring di kamarku yang kosong
Saat aku pulang dengan kamera
dan kepala yang berisi orang-orang murung yang tidak ku kenal
Kau sedang menyimak lagu yang selalu kau putar
Buku cerita yang belum kelar kau baca telungkup bagai bayi tidur di dadamu
Tidak sopan katamu, mengerjakan hal lain sambil menyimak kesedihan dinyanyikan

Akhirnya kau hilang
Kau meninggalkan aku
Dan kenangan kini satu-satunya masa depan yang tersisa

Puisi Oleh M. Aan Mansyur – Photo oleh Kittys Yellow Jacket

Image
0

Dia, Tujuh Belas Tahun Kemudian

Alone_by_homigl14

Picture from Deviantart.com

Dia tumbuh, tumbuh, tambah tumbuh
Dan kini sudah jadi seorang gadis seperti kamu, cantik
Tapi dia tidak mampu tersenyum, bahkan dalam hati

Setiap hari dia pelajari hal-hal baru
Misalnya, cara-cara sederhana meluapkan kebahagiaan

Setiap hari dia juga pelajari kembali hal-hal lama
Misalnya, cara-cara sederhana melupakan kesedihan
Dalam hidupnya, keduanya sama-sama penting

Dia tumbuh, tumbuh, tambah tumbuh
Dan kini sudah jadi seorang gadis seperti kamu, manis
Tapi dia tidak mau menangis, bahkan dalam hati

Setiap malam dia katakan pada ibunya
:“jangan terlalu banyak menangis, ibu, aku tak tahu berenang.”
Setiap malam ia bertanya kepada Tuhan
:“aku mencintai masa kecil dan kehidupan, tapi kenapa dirusak orang?”

 

Note :
Salah satu puisi yang menurut saya ngena banget. Saya dapet puisi tersebut dari website seorang teman yang sayangnya sekarang udah ditutup. Puisi tersebut bukan karya teman saya. Dan sayangnya lagi saya lupa nama penulis puisi tersebut. siapapun penulisnya, saya mohon ijin untuk posting di blog saya. Makasih 🙂

 

Image
0

Tidak Berjudul

417577_164997390280628_401908588_n

Seperti terkurung di masalalu
dengan gambar usang terpasang dimanamana
candamu, tawamu, senyummu, kisah-kisahmu
terus ada diantaranya

Seperti menjadi tawananmu
terkurung di ruang gelap didalam ingatanmu
tanpa sedikitpun celah untuk dapat melihat kau bertumbuh
tanpa pernah berkesempatan menyaksikan masa depanmu

-201501180285-

Image
0

Untittled

just_a_little_boy_by_zznzz-d4ijb9t

Picture from Devianart.com

Seperti seorang bocah dengan kaki telanjang yang menjajakan koran setiap pagi. Berdiri di depan etalase sebuah toko. Mengamati bajubaju mewah yang di pajang satu demi satu. Ketika pada akhirnya dia menemukan satu yang disukainya, yang bisa dilakukan hanya memandanginya, mengagumi, lalu melupakan keinginan untuk memilikinya. Karena dia cukup tau diri bahwa keinginannya hanya ilusi. Semakin dia menginginkan, maka akan semakin menyiksa diri. Jadi, begitulah hidup baginya : melihat, mengamati , dan lupakan.