Image
0

Untittled

just_a_little_boy_by_zznzz-d4ijb9t

Picture from Devianart.com

Seperti seorang bocah dengan kaki telanjang yang menjajakan koran setiap pagi. Berdiri di depan etalase sebuah toko. Mengamati bajubaju mewah yang di pajang satu demi satu. Ketika pada akhirnya dia menemukan satu yang disukainya, yang bisa dilakukan hanya memandanginya, mengagumi, lalu melupakan keinginan untuk memilikinya. Karena dia cukup tau diri bahwa keinginannya hanya ilusi. Semakin dia menginginkan, maka akan semakin menyiksa diri. Jadi, begitulah hidup baginya : melihat, mengamati , dan lupakan.

Image
0

Aku Rindu Pada Musim Semi

Picture from Deviantart

Picture from Deviantart

Aku rindu pada musim semi. Rindu pada hangatnya. Pada harum bunga-bunganya. Pada warna warninya. Pada cerah hari-harinya. Pada musim terindah di dalam hidup. Aku rindu pada musim semi yang membuatku lebih sering tersenyum bahagia. Lebih sering membuka mataku pada harapan. Membuat diriku mempercayai mimpi. Aku rindu pada musim semi, yang selalu memberiku kesempatan untuk terus menyaksikan senyummu yang mengembang, tawa renyahmu, binar di matamu.

Aku rindu pada musim semi, yang sekian lama telah hilang. Yang hanya terlihat seperti mimpi-mimpi di malam gelapku. Yang hanya terlihat samar-samar dari tempatku berdiri. Yang lebih terasa seperti tempat terjauh. Aku rindu pada musim semi. Yang untuk terakhir kalinya ku lihat wajahmu. Lalu selanjutnya kau berlalu seiring lambaian tanganmu di senja itu. Dan setelahnya kau menghilang selamanya di telan gelap malam.

Aku rindu pada musim semi. Yang hangatnya mungkin mampu menghancurkan kebekuan di dalam diriku. Aku rindu pada musim semi. Yang cahaya mataharinya mungkin mampu menghapus air mataku. Menerbangkannya ke langit membaur bersama gumpalan awan putih di atas sana. Aku rindu pada musim semi. Yang cerah hari-harinya mungkin mampu membuat diriku mempercayai harapan dan tersenyum menatap masa depan.

Aku rindu pada musim semi. Semoga saja ia segera datang. Aku sangat rindu pada musim semi. Semoga rindu ini benar-benar akan terjawab dengan sebuah pertemuan di masa depan.

Image
0

Tentang Januari

Januari kembali datang, hari ini ia telah genap berumur tiga belas hari. Masih seperti januari-januari yang lalu, rinai hujan begitu setia menemani. Hujan dan januari adalah pasangan yang serasi. Seperti telah bersepakat, keduanya begitu serasi berjalan beriringan. Hari-hari dalam Januari, hampir selalu diguyur hujan atau hanya sekedar gerimis. Seperti pagi ini, hujan telah setia menyapa pagiku dengan rinainya. Tanah menjadi basah, daun-daun kembali basah, semua di jagat raya kembali basah.

Aku telah berkenalan dengan banyak januari sepanjang hidupku. Tapi bagiku januari kali ini adalah januari yang begitu mengena. Bukan karena apa-apa ataupun siapa-siapa. Semua begitu berarti karena aku telah sedikit banyak memahami arti itu sendiri. Awal tahun ini ada beberapa hal yang membuka pandanganku tentang hidup dan kehidupan, tentang iklas, tentang kesabaran, tentang hakikat manusia dan kematian, tentang banyak hal yang semuanya membuka mataku dan membuatku menyadari semuanya.

Tidak ada resolusi tahun ini, aku dan hatiku telah bersepakat untuk hanya menjalani semuanya. Membiarkan semua mengalir seperti air. Tidak perlu banyak keinginan dan harapan. Hanya jalani dengan sebaik-baiknya, itu cukup. Memiliki banyak keinginan dan harapan hanya akan menyakitkan ketika semua tidak berjalan seperti yang diharapkan. Jadi cara terbaik adalah dengan menjalaninya.

golden_shine_by_silvermoonswan-d5m0hht

Image
0

Aku Memanggilnya, Dee

Februari kembali hadir bersama sisa-sisa hujan Januari yang dingin. Februari yang malam-malamnya diliputi kebekuan karena dingin yang mencekam akibat  hujan membadai. Aku selalu ingat pada pagi itu. Pagi yang berkabut dan dingin di langit kalbuku. Tak ada cahaya matahari. Hening tapi tak terasa damai. Sesekali terdengar  tetesan gerimis di luar jendela kamarku…tik tik tik. Lalu memecah sunyi lamunanku. Masih awan mendung yang menghiasi di luar jendela kamarku. Mendung yang sebenarnya telah lelah ku saksiakn tiap pagiku tiba.

Pada sebuah pagi di hari ke Sembilan bulan februari, sebuah wajah hadir di hening pagiku. Ia tersenyum menatapku. Ia mendekat lalu menyapaku “ halo selamat pagi, apa kabarmu?” lalu sebuah senyuman tersungging di bibirnya. Sangat indah. Seperti mentari yang telah lama kurindukan hadirnya untuk menerangi pagiku. Hari kesepuluh di bulan februari, wajah itu masih setia menyapa di hening pagiku. Masih dengan senyumnya yang hangat. Ia mengajakku untuk bercerita, berbagi apa saja yang dirasa. Kami seperti dua orang teman lama yang telah lama terpisah dan dipertemukan kembali. Saling mengisi, saling melengkapi. Akan merasa bahagia ketika yang lain berbahagia dan akan merasa tidak baik-baik saja ketika yang lain tidak baik-baik saja.

Hari kesebelas dan seterusnya wajah itu tetap setia menemaniku. Bukan hanya di hening pagiku, namun di sepanjang hari dan malam-malamku. Kini ia telah menjelma bintang yang menghiasi malam-malam gelapku. Menjelma matahari yang menerangi hari-hariku. Sekarang dan nanti, tak ada alasan untuk tidak berbahagia karena dialah kebahagiaan itu. Pagi ini dan seterusnya, aku ingin terus meyakini bahwa rindunya akan selalu menantiku di hening pagiku. Aku menyayangimu, Dee…seperti sebelumnya, sampai saat ini, esok dan  nanti. IMG_15155106488700

Image
0

Why Soo Serious??

[wallcoo.com]_echi_echi_1111504_top

Mengapa harus takut kehilangan kalau pada hakikatnya kau tak pernah memiliki apapun. Dia, mereka, atau apapun  yang singgah di hidupmu bukanlah benar – benar milikmu. Semua  hanyalah merupakan titipanNya. Ada yang datang untuk membuatmu tertawa bahagia. Ada pula yang datang untuk membuatmu sakit, kecewa bahkan hancur berkeping.

Namun yakinlah akan selalu ada pelajaran yang bisa kau dapat pada setiap kejadian yang menimpamu. Tuhan tidak pernah sembarangan menimpakan segala sesuatu dalam kehidupanmu. Dia yang maha tahu atas segala sesuatu, yang kamu perlukan hanyalah kesabaran. Berjuta – juta kesabaran untuk menghadapi semuanya.

Maka seperti biasa ucapkanlah “WHY SO SERIOUS?! LET’S PUT A SMILE ON THAT FACE..” Take it easy, what doesn’t kill you only makes you stronger. Bukankah berjuta – juta hari yang telah berlalu kau pernah merasakan luka yang lebih sakit dari ini?? Dan sampai hari ini kamu tetap baik – baik saja. Dan kau akan selalu baik – baik saja, because in the end everything will gonna be fine. Yakinlah kamu selalu bisa melewati apapun dengan atau tanpa siapapun. Jadilah pahlawan untuk dirimu sendiri..