Image
0

I Go Back to May 1937

I see them standing at the formal gates of their colleges
I see my father strolling out
under the ochre sandstone arch,
the red tiles glinting like bent
plates of blood behind his head,
I see my mother with a few light books at her hip
standing at the pillar made of tiny bricks,
the wrought-iron gate still open behind her,
its sword-tips aglow in the May air,
they are about to graduate, they are about to get married,
they are kids, they are dumb,
all they know is they are innocent,
they would never hurt anybody.
I want to go up to them and say Stop,
don’t do it—she’s the wrong woman,
he’s the wrong man, you are going to do things
you cannot imagine you would ever do,
you are going to do bad things to children,
you are going to suffer in ways you have not heard of,
you are going to want to die. I want to go
up to them there in the late May sunlight and say it,
her hungry pretty face turning to me,
her pitiful beautiful untouched body,
his arrogant handsome face turning to me,
his pitiful beautiful untouched body,
but I don’t do it. I want to live.
I take them up like the male and female paper dolls
and bang them together at the hips, like chips of flint,
as if to strike sparks from them,
I say “Do what you are going to do, and I will tell about it”

Poem by Sharon Olds

Advertisements
0

Maladaptive Daydreaming

Catharsis

Apa itu maladaptive daydreaming? Tidak banyak yang tahu soal istilah ini, bahkan saya baru mendengarnya sekarang. Maladaptive daydreaming (MD) adalah sebuah kondisi dimana seseorang terjebak dalam fantasinya sendiri. Seseorang dapat melamun berjam-jam setiap harinya. Mereka candu dengan dunia khayal sendiri, membuat sebuah cerita yang membuat mereka nyaman ada di dalamnya, mebuat tokoh hasil rekaan imajinasi sendiri. Pengidap MD bisa menangis, tertawa, berlarian sendiri atau berbicara sendiri ketika mereka melamun.

Apa yang membedakan MD dengan skizofrenia? Ini yang menarik jika pengidap skizofrenia benar-benar tidak bisa membedakan mana yang fantasi dAn mana yang nyata, dan mereka menganggap semua yang mereka khayalkan adalah kenyatan maka berbedda dengan pengidap MD yang menyadari bahwa tokoh yang mereka ciptakan adalah khayalan semata. Pengidap MD umumnya akan merasa malu jika mereka ketahuan sedang berbicara sendiri. Pengidap MD hidup normal seperti manusia lainnya hanya saja mereka tidak bisa terlepas dari fantasi yang mereka ciptakan.

Eli Somer adalah orang…

View original post 495 more words

Image
0

Akhirnya Kau Hilang

gone

Akhirnya kau pergi dan aku akan menemukanmu dimana-mana
Di udara dingin yang menyusup di bawah pintu
Atau di baris-baris puisi lama yang diterjemahkan dari bahasa-bahasa jauh
Di sepasang mata gelandangan yang menyerupai jendela rumah berbulan-bulan tidak dibersihkan
Atau di balon warna-warni yang melepaskan diri dari tangan seorang bocah

Akhirnya kau pergi dan aku akan menemukanmu
Di jalan-jalan yang lengang atau bangku-bangku taman yang kosong
Aku menemukanmu di salju yang menutupi kota
Seperti perpustakaan raksasa yang meleleh
Aku menemukanmu di gerai-gerai kopi, udara
dan aroma makanan yang kurang atau terlalu matang

Aku menemukanmu berbaring di kamarku yang kosong
Saat aku pulang dengan kamera
dan kepala yang berisi orang-orang murung yang tidak ku kenal
Kau sedang menyimak lagu yang selalu kau putar
Buku cerita yang belum kelar kau baca telungkup bagai bayi tidur di dadamu
Tidak sopan katamu, mengerjakan hal lain sambil menyimak kesedihan dinyanyikan

Akhirnya kau hilang
Kau meninggalkan aku
Dan kenangan kini satu-satunya masa depan yang tersisa

Puisi Oleh M. Aan Mansyur – Photo oleh Kittys Yellow Jacket

Image
0

Untittled

just_a_little_boy_by_zznzz-d4ijb9t

Picture from Devianart.com

Seperti seorang bocah dengan kaki telanjang yang menjajakan koran setiap pagi. Berdiri di depan etalase sebuah toko. Mengamati bajubaju mewah yang di pajang satu demi satu. Ketika pada akhirnya dia menemukan satu yang disukainya, yang bisa dilakukan hanya memandanginya, mengagumi, lalu melupakan keinginan untuk memilikinya. Karena dia cukup tau diri bahwa keinginannya hanya ilusi. Semakin dia menginginkan, maka akan semakin menyiksa diri. Jadi, begitulah hidup baginya : melihat, mengamati , dan lupakan.

0

Membunuh rasa, jika saatnya…

RINTIHAN PAGI BISIKAN SENJA

Apakah ini saatnya membunuh perasaanku?! Melepaskan segala rindu yang mengendap menjadi debu berterbangan, bersatu bersama langit membentang. Apakah aku mampu? Sementara perasaan ini telah menjelma prasasti yang membatu. Hidup di segala adaku. Dalam diam, jarak bahkan luka sekalipun.

Betapa susah memahami arti diri. Betapa sulit menyelami maunya hati. Jalan membentang bertabur kasih yang kugelar, tetap saja membuatmu bergeming. Padahal, segala adaku telah kubuka untukmu tanpa tirai sehelaipun.

Jika memang akhirnya aku harus membunuh perasaan ini, ijinkan aku untuk tetap mengenangmu. Tidak juga karena apa, cinta sejati tak bisa dibunuh pun bunuh diri. Dia akan tetap mengalir di setiap alunan nada kasih yang menggema di jagad maya. Ijinkan aku tetap mencintaimu, walau hanya dalam diam, dalam senyap. Hingga suratan takdir membukakan rahasia kalamnya. Mungkin hanya dengan cara itu, aku bisa tetap mencintaimu. Walau mungkin, tak pernah nyata juga akhirnya.

Ada jera menderu dalam kalap cintaku. Merobek janji hati yang memahat batu…

View original post 56 more words

0

Waspada! Ekspektasi Tegangan Tinggi

Apel Hijau

Jangan berharap pada makhluk.

Sebuah kalimat yang menjadi begitu terdengar aneh dalam kepalaku belakangan ini. Manusia adalah tempat segala salah, khilaf dan segala kekurangan. Kalimat diatas merefleksikan sebuah aba-aba, agar tidak ada satupun di dunia ini yang menjadi tumpuan harapan kita. Karena apapun yang menjadi tumpuan, selain Allah swt, akan, pasti dan meyakinkan sekali memberikan rasa sakit. Entah itu sekarang, nanti, bulan depan, tahun depan, dan kapan saja. Atau bisa jadi dalam keadaan yang biasa saja atau keadaan diluar keadaan biasa.

Dulu, mamak juga pernah berbagi tentang cerita kehidupannya. Bahkan kepada suami-pun nanti, tidak boleh meletakkan segala harap. Karena tidak mungkin segala harap kita itu akan terkabul. Bahkan dalam taraf yang harapan-harapan standard pun, bisa jadi itu jadi sumber kekecewaan. Kemudian, bagaimana caranya seseorang membuat harapan 0% kepada orang lain? Misal kepada orang-orang terdekat, bagaimana caranya?

Pernah ada satu film korea yang tidak sengaja saya tonton (anggap saja agar saya…

View original post 416 more words

Image
2

Epilog

Jika tidak diakhiri
Tidak akan ada awal baru, bukan?

Ah,
Walaupun tetap saja
Malam terlalu dingin
Dan,
Selalu
Ada yang kurindu


Tgr, 31 Desember 2014

Happy New Year 2015, my dear friends. It’s great to know all of you.
Thank you for sharing your passion with me.

View original post