Image
0

Kebahagiaan

e48946aae36ca4f2eb024b3bc7a3d20b-d15grkp

Kebahagiaan, apakah kebahagiaan?
Tahukah kau dimana ia tinggal?

Kebahagiaan suatu hari pernah datang
mewujud seseorang yang katanya mencintai
mencintai dengan segenap hati
Dengannya aku pernah berani punya mimpi
tentang bintang dan sebuah rumah di masadepan

“aku mencintai kamu yang sekarang dan di masa-masa yang akan datang”
bilangnya padaku suatu waktu
dan begitu saja aku percaya

Pada saat yang lain kebahagiaan juga pernah datang
mewujud seseorang lainnya
yang dengannya aku bisa bercerita apa saja
apa saja yang terlintas di benak

“kita adalah teman yang akan menggenapi satu dengan lainnya”
begitu bilangnya suatu  waktu
dan lagi..begitu saja aku percaya

Lalu pada akhirnya….mereka menghilang
menghilang entah kemana
entah karena sebab apa atau bagaimana
yang kutahu bahwa jatah kebersamaanku dengan mereka telah selesai

Lalu, apakah kebahagiaan??
dimanakah ia tinggal??

Kebahagiaan ada didalam diri
ia ada didalam segala hal
segala hal yang bisa kau rasakan

Kebahagiaan adalah tentang bagaimana kau menemukan sudut pandang terbaik
dari segala hal yang kau lihat dan rasakan

 

Note:
Tulisan ini terinspirasi dari salah satu percakapan Alexander Supertramp dan Ron Franz di film Into The Wild

 

Image
0

I Am Happy For You

Rain_by_noridomotomiriki

Hai Byru,

Aku tahu bagaimanapun cuacanya saat ini di kotamu, kau sedang sangat bahagia. Pada pagi, siang dan malam-malammu aku tahu kau sedang sangat bahagia. Aku tahu dan paham bahwa saat ini kau tengah menemukan semangat yang seperti dulu lagi, seperti empat tahun silam ketika Tuhan entah mengapa menakdirkan kita bertemu dan bersama dalam waktu yang begitu singkat. Bedanya sekarang kebahagiaan dan semangat itu tidak kita rasakan bersama-sama lagi. Kau berbahagia dan bersemangat bersama dia, gadis belia yang bisa kau saksikan geraknya setiap hari. Yang bisa kau tatap matanya tiap kali kalian berpapasan di tiap sudut kantormu. Yang bisa dengan bangga kau pamerkan kepada kedua orangtuamu tanpa ragu dan malu karena status dan masalalunya yang tidak suram sepertiku. Aku tahu dalam segala hal dia sangat lebih baik dariku. Mungkin segala ekspektasimu sudah terpenuhi pada perempuan baru itu. Selamat ya.

“i am happy for you”

Byru,

Tahukah kau bahwa dalam mencintai manusia memerlukan lebih banyak keberanian. Keberanian yang dibutuhkan mungkin lebih besar dari keberanianmu menghindari masalalumu. Dalam mencinta kau bukan hanya diam dan menceritakan segala yang kau rasa kepada kertas dan komputer melalui puisi dan coretan-coretan. Dalam mencinta manusia memerlukan keberanian untuk mengungkapkan dan setelahnya ada tanggung jawab lain yang harus dipenuhi sebagai wujud cinta yaitu mewujudkan segala ungkapan kata-katamu menjadi wujud nyata, tindakan. Karena yang ku tahu seindah apapun ungkapan cinta tanpa tindakan nyata itu sama dengan nihil. Dan ketika kau mencinta itu berarti kau juga sudah siap dengan segala resiko, bukannya pergi tanpa kata-kata karena ketidakberanianmu mengambil resiko yang ada.Kuharap kau tidak lagi menggunakan cara-cara lamamu. Kuharap nyalimu yang ciut dulu sudah hilang seiring perjalananmu selama empat tahun ini.

“To love is to risk. To love is to be brave” quote by anonymous

Byru,

Pada akhirnya aku hanya ingin mengucapkan selamat kepada mu. Selamat karena Tuhan lebih dulu mempertemukanmu dengan perempuan impianmu. Semoga pada saat yang sama ini pula, Tuhan juga berbaik hati memberimu lebih banyak nyali agar kau menjadi laki-laki yang sebenarnya. Bukan pengecut yang lari setelah begitu banyak berkata-kata. KepadaNya selalu kulangitkan doa atas kebahagiaanmu, karena bahagiamu masih menjadi bahagiaku seperti bilangku padamu dahulu. Selamat mewujudkan mimpimu, Byru. Hanya tinggal sejengkal langkah. Yang kau butuhkan hanya keberanian. Maka menjadilah berani!

Image
0

Mengapa???

from_the_bottle_of_my_heart_by_lieveheersbeestje-d4xprmz

Picture from Deviantart

Benarkah terus mencintai seseorang meski ia sudah tidak lagi mencintai kita adalah sebuah kesalahan besar hingga kita patut dibenci karena perasaan cinta itu?? Benarkah terus mencintai seseorang meski orang tersebut tidak lagi mencintai kita adalah bukti bahwa kita belum ikhlas atas berakhirnya kisah yang dulu pernah terjalin??? Atau salahkah jika kita terus menyimpan dengan rapi semua kisah yang pernah terjalin dengan seseorang yang pernah dan masih kita cintai dan pernah sangat mencintai kita??? Jika semua memang sebuah kesalahan, dimana letak kesalahannya???

Bukankah mencintai adalah hak asasi kita sebagai manusia??? Bukankah semua sah-sah saja selama kita cukup tahu diri bahwa seseorang itu memang tidak lagi mencintai kita. Dan kita cukup menyimpan dengan rapi perasaan itu. Cukup kita dan Tuhan sang maha menggenggam yang tahu seberapa besar perasaan tersebut. Bukankah semua perasaan yang kita rasakan termasuk cinta adalah juga karunia Tuhan.

Lalu pantaskah kita menghakimi dan menghentikan seseorang agar tidak mencintai kita lagi dengan cara yang menyakitkan hatinya, melukai perasaannya. Mempermalukan ia di depan banyak orang hanya karena di matamu ia salah dengan terus mencintaimu. Hanya karena menurut pendapatmu ia salah besar karena belum bisa mengikhlaskanmu pergi darinya??? Tak bisakah kau melihat sesuatu itu dari tempat ia berdiri. Agar mungkin bisa kau pahami apa yang ia rasakan??? Atau tak bisakah kau berfikir bahwa perasaan itu adalah karunia Tuhan dan hanya Tuhan yang dapat menghentikannya??? Tak bisakah kau berfikir bahwa setiap orang memiliki caranya sendiri menghadapi masalahnya. Dan mungkin itu satu-satunya cara yang ia bisa??? Aaahhhh….betapa sombong dan angkuhnya dirimu. Bukankah Tuhan sang maha segalanya juga tak jumawa. Tidakkah kau malu terhadapNya???

Dan aku benar-benar sangat marah mendengar kisah seperti itu. Sebagai manusia aku sangat tidak setuju ada manusia yang berusaha menghentikan perasaan cinta manusia lain dengan cara yang sangat keterlaluan dan terlampau sombong. Karena bagiku, bukan hak kita menghentikan perasaan orang lain terhadap kita. Karena setiap manusia memiliki hak yang paling asasi, hak untuk mencintai. Dan menurutku selama apa yang ia lakukan tidak merugikan, semua itu fine aja. Tidak ada yang salah dengan perasaan itu. Begitu.

Image
0

I am Tired

288791_264267236919219_2469592_o

I’m tired
Tired of feeling lost, afraid, misunderstood
Tired of wondering if I’m letting someone down by the choices I’ve made

I’m tired.
Tired of getting my feelings hurt, my ego bruised, my heart broken
Tired of showing these varmin called emotions

I’m tired
Tired of being me, of being weak
Tired of trying to be this person I cannot see

I’m tired
Tired of all the pain, all the struggle I’ve put upon myself
Tired of not being the person I was

I’m tired
Tired of hiding, hoping, and healing
Tired of listening, learning, letting

I’m tired…

I’m tired…

-The poem originally posted on Deviantart-
http://www.deviantart.com/art/Tired-48652347

Image
4

Maka Ikhlaslah!

balloons_II_by_iuliana13

“Hanya ketika kau ikhlas, maka kau akan terlepas.”

Move on itu bukan seberapa jauh kau sudah berlari darinya. Bukan juga perkara kau sudah mampu melupakannya atau belum. Bukan juga seberapa rapat kau menyembunyikan segala kenangan yang pernah kau lewati bersamanya. Tidak juga tentang kau sudah memiliki orang lain lagi untuk menggantikan posisinya atau belum.

Move on itu tentang seberapa mampu kau merelakannya pergi. Tentang seberapa kuat kau menghadapi kenyataan. Tentang seberapa besar keyakinanmu kepada Dia, sang maha sutradara. Yang telah dengan sempurna menuliskan segala kisah hidupmu. Menggoreskan luka juga memberi pelajaran dianatara luka itu. Jika saja kau sadari.

Move on itu tentang ikhlas. Karena hanya ketika kau telah ikhlas melepaskan segala kecewa, sakit hati, rindu, bahkan mungkin dendam, maka kau akan terlepas dari segala luka. Lalu setelah luka itu akan kau temukan pelajaran berharga diantaranya. Dengan melepaskan, maka akan semakin ringan langkahmu menuju ke masa depan. Semakin banyak kesempatan-kesempatan bisa kau tangkap. Karena hidup itu harus bergerak, bukan hanya berdiri di satu titik dan menyesali semuanya.

Maka ikhlaslah!!

Image
0

Kembali, Bagian #3

“udaaahh..jangan dipandangin foto-fotonya aja. Terima kembali orangnya, baru oke” ledek Daniel  yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang tempat dudukku, di salah satu sudut coffe shop langganan kami.

“apa sih lu..”jawabku sewot

“gue cuma pengen liat temen gue ini bahagia. Kalau lu bahagia kan gue ga perlu sibuk-sibuk menghibur lu” ucapnya lagi sambil tergelak

“oooooo..jadi selama ini gue tu ngrepotin lu gitu. Okeeee…..ga lagi-lagi gue curhat sama lu,huuuhh” ucapku masih dalam nada sewot

“hahahaha….marah dia” ucapnya tergelak

Daniel menyesap kopi yang telah ku pesankan beberapa menit sebelum ia datang. Sambil sesekali memperhatikan aku yang masih asik dengan tablet dihadapanku.

“kenapa sih lu masih aja ga yakin sama cowo yang nyata-nyata masih sayang banget sama lu. udah nungguin lo sekian tahun. Terus sekarang kalian dipertemukan lagi. Jarang lho ada cowo kaya gitu, Re. Kalau gue jadi dia nih ya, gue udah ninggalin lu dari dulu” ucapnya kali ini dalam nada serius

“hmmmm…. gimana ya. Sebenernya gue bukannya ga yakin sama dia, Dan. Bukannya ga cinta sama dia. Tapiiii…. gue ga yakin pantes buat dia. Gue masih inget ucapan ibunya dulu. Kalau Arga itu keturunan darah biru. Ga pantes perempuan biasa kaya gue jadi pendamping dia” ucapku getir

“yaelah, Re. Hari gini masih mikirin darah biru, kuning, ijo, ato merah. Kalau cinta ya cinta aja. Ga perlu alasan lain. Ini tu tahun 2014 Masehi, Re. Bukan 2014 sebelum masehi. Ga usah mikirin nyokapnya setuju ato enggak. Yang terpenting Arga cinta sama lu, dan dia mau memperjuangkan cinta kalian. Sekarang tinggal elunya” ucapnya lagi kali ini lebih serius

“tapi masalahnya orang Solo kan emang kaya gitu, Dan. Mereka sangat peduli dengan bibit bebet bobot. Dan mengacu pada itu semua, aku tu sama sekali ga masuk kriteria mereka” jawabku

“bego lu…udah dibilangin, kalo cinta ya cinta aja. Tinggal kaliannya mau berjuang bersama-sama ato enggak. Kalau kalian mau berjuang bersama-sama, kalian pasti akan menang. Tapi kalau kamunya memilih kalah kaya sekarang ya nyokapnya Arga yang menang ”ucapnya berapi-api

Aku terdiam. Mencoba mencerna semua ucapan Daniel. Mengalihkan pandanganku ke jalanan di luar coffe shop. Mataku menerawang. Mengingat semua kebaikan Arga, kegigihannya, keyakinannya, kesabarannya dan cintanya yang tak pernah putus terhadapku.

*

“cinta itu kesabaran, keyakinan dan keberanian. Cinta itu tidak putus asa” begitu kira-kira kicau Arga di jejaring sosial twitter.

Membaca kalimat itu rasanya sedih. Ada nyeri didalam hatiku. Ingin rasanya aku menyerah dengan keangkuhanku dan berlari kepadanya. Berjanji untuk terus bersama-sama melewati apa saja. Mewujudkan mimpi-mimpi kami dahulu. Membuktikan pada ibunya bahwa cinta yang kami miliki lebih besar dari ketidak setujuannya.

love_by_toxiclovekid-d4ju4la

Bersambung….

 

Image
0

I Am Lost

Hai, Byru
Apa kabarmu hari ini? Indahkah harimu? Doaku selalu. Semoga semua berjalan seperti yang kau harapkan. Selalu dalam lindungan dan ridhoNya. Amiinn.

Byru,
Hari ini adalah hari terberatku. Rasanya ingin menyerah. Ingin menangis. Ingin teriak. Aku benar-benar sangat marah hari ini. Sangat kecewa. Dan aahhhhh entahlah. Semua terasa sangat berat. And i am really lost. Benar-benar hilang pegangan. Dan sampai aku tulis surat ini, aku masih bertanya-tanya apa maksud Tuhan memberiku hari terberat ini. Apakah mungkin Tuhan sedang menguji, seberapa sabar aku? Seberapa dewasa aku menghadapi semua ini?.

Byru,
Kau tahu bagaimana rasanya di matamatai? Lalu setelahnya orang yang mematamataimu itu menyimpulkan sepihak dari semua tindakan dan ucapanmu? Dan setelahnya semua tuduhan yang bertubi-tubi ia hujamkan kepadamu dengan membabibuta. Seolah semua analaisanya benar dan semua penjelasnmu adalah salah. Walau pada hakikatnya kau lebih tau segalanya dibanding si matamata itu. Itu yang kualami hari ini, Byru. Ternyata anak ABG pacar masalaluku itu selama ini mematamataiku di akun fesbukku. Dia menggunakan akun gaje dan menyusup ke frenlistku. Dia menggunakan cara itu karena akun dia yang asli aku restricted. Aku melakukan itu karena aku punya firasat dia berniat ga baik sama aku. Dan hari ini firasatku terbukti benar.

Byru,
Kemarin sudah kuceritakan kepadamu bahwa si ABG cemburu dan marahmarah ga jelas terhadapku dengan alasan yang aku sendiri tidak paham. Dan hari ini semua terjawab. Ternyata dia menuduhku macam-macam karena dia membaca semua postinganku tentang rindu yang kutujukan kepadamu. Aneh bukan, Byru. Ada orang yang berani mematamatai tapi ga siap dengan apa yang dia lihat, lalu membuat kesimpulan seenaknya.

Byru,
Sampai detik ini aku belum juga bisa menemukan sudut pandang yang terbaik dari semua yang kualami hari ini. Rasanya aku masih ga trima. Masih kecewa. Masih marah dan masih ga tau kenapa. Aku selalu ingat pesanmu untuk selalu tersenyum apapun yang dirasa, tapi rasanya aku belum juga bisa. Aku juga selalu mengingat pesanmu untuk melihat segala sesuatu bukan hanya dari satu sudut pandang saja. Tapi nyatanya aku juga belum bisa menemukan sudut pandang lain yang bisa membuatku merasa lebih baik.

Byru,
Aku meridukanmu. Aku berharap kamu ada saat ini. Menjadi pendengar setiap keluhku kesahku. Menjadi penerang pikiranku yang gelap. Menuntunku sampai aku menemukan sudut pandang yang terbaik. Aku membutuhkanmu, Byru. Sangat membutuhkanmu saat ini. Jika saja kamu masih ada.

Sad_Sad_Sad_Girl

Image
0

Kembali, Bagian #1

“kenapa sih kamu mesti nyembunyiin perasaanmu. Kenapa harus ga jujur dan menyiksa diri sendiri gitu, Re?? Kenapa ga kamu lewati aja semua prosesnya bersama-sama dengan Arga. Toh kalian berdua saling sayang, masih single”  

Sudah seratus tiga puluh menit sejak aku meminum tegukan kopi terakhirku. Kalimat Daniel itu masih saja terngiang di kepalaku. Diantara lalu lalang manusia. Diantara obrolan dan gelak tawa mereka yang penuh sesak memenuhi coffe shop langgananku. Aku masih saja duduk terpaku di salah satu sudut coffe shop yang semakin sore semakin gaduh, persis seperti hati dan fikiranku yang masih saja saling berargumen. Antara meninggalknmu disana, mengubur semua kisah atau terus maju dan mengumpulkan segenap keberanian bersama-sama.

“kamu disini, Re?” ucap suara yang sangat ku kenal memecah lamunanku

“eh..kamu” ucapku gugup sembari melihat ke arah suara

“boleh aku temenin?” pintanya sambil melingkarkan senyum kecil di bibirnya

Aku hanya mengangguk ragu. Dan dia kini sudah duduk dihadapanku. Aku menunduk, tak memiliki keberanian memandangi dua mata tajam yang kini seperti menelanjangiku. Aku masih tak bergeming. Tak memiliki nyali menatap wajah yang sebenarnya tiap saat masih berputar-putar dikepalaku.

 “hhhhh…” suara helaan nafasnya yang dalam terdengar jelas di telingaku

“Re…” suara beratnya memanggil namaku memulai percakapan

“aku seneng banget akhirnya Tuhan mengabulkan doa-doaku, mempertemukan kita lagi disini. Senang bisa melihatmu lagi, Re” lanjutnya dalam nada bahagia

Dan untuk pertama kalinya, setelah sekian lama aku bisa mendengar secara nyata suara itu memanggil namaku lagi. Suara yang dulu sangat akrab denganku. Suara yang tiap saat masih terus berbisik di telingaku. Meyakinkanku betapa ia mencintaiku. Suara yang sebenarnya sangat kurindukan.

“aku kangen banget sama kamu, Re” ucapnya sendu

“Bertahun-tahun aku mencarimu, mencoba menemukanmu. Sampai terkadang aku putus asa” sejenak hening, hanya ada suara deru nafas.

“eh..gimana kabarmu, Re?” ucapnya dalam nada tanya

Setelah mengumpulkan segenap keberanian aku mencoba mengangkat wajahku. Mencoba menatap wajah itu. Wajah yang tiap kali muncul di mimpiku. Wajah yang tiap kali aku ingat dan kutangisi.

“baik..” bilangku singkat dalam nada gugup yang tak mampu ku sembunyikan

“syukurlah… senang mendengarnya” balasnya dengan mata berbinar

Aku mencoba mengalihkan pandanganku keluar jendela, menatap orang-orang yang berlalu lalang. Melihat ke arah jalan raya. Memperhatikan  mobil, motor, bus dan sebagainya yang berebut berada di tempat terdepan. Menatap jalanan yang gaduh, segaduh perasaan yang berkecamuk di hatiku. Antara rasa seneng, gugup, bingung dan aahhhh entahlah.

“Lu dimana, Re” bunyi BBM dari Daniel memecahkan kebekuan di hatiku

“Gue di Coffe shop biasa, lo jmput gue sekarang. Gue tunggu” balasku tergesa

“Re, aku masih sayang banget sama kamu. Dan aku pengen kita balik lagi kaya dulu. Terus bersama melewati apa saja” ucap Arga lagi seketika

“Degg..deg..deg…” bunyi detak jantungku semakin kencang

“Re, kamu mau kan kita bersama-sama lagi seperti dulu” ucapnya dalam nada tanya dan terdengar seperti memohon

Aku mulai gusar. Mencoba berlari. Mengalihkan pandanganku ke segala arah. Mencoba mencari Daniel yang tidak juga datang menjemputku.

“Re, tolong jawab aku” pintanya lagi dalam nada memohon

“Aku harus pergi, Ga” bilangku sambil melangkah meninggalkan meja tempat kami duduk. Yang segera diikuti Arga yang mencoba mengejarku dan menyahut tanganku.

“plisss, jangan pergi lagi, Re. Plisssss….” pintanya

Aku mencoba melepaskan genggaman tangannya. Dan berlari diantara kerumunan orang di coffe shop. Terus berlari membaur diantara gaduhnya lalu lintas kota yang semakin sore semakin macet. Diantara gerimis aku berlarian dengan tangis yang sesenggukan.

“maafin aku, Ga..” bisikku dalam hati

crowded_place_________by_dee666loy-d5fuqub

Bersambung…..

Image
0

Tentang Januari

Januari kembali datang, hari ini ia telah genap berumur tiga belas hari. Masih seperti januari-januari yang lalu, rinai hujan begitu setia menemani. Hujan dan januari adalah pasangan yang serasi. Seperti telah bersepakat, keduanya begitu serasi berjalan beriringan. Hari-hari dalam Januari, hampir selalu diguyur hujan atau hanya sekedar gerimis. Seperti pagi ini, hujan telah setia menyapa pagiku dengan rinainya. Tanah menjadi basah, daun-daun kembali basah, semua di jagat raya kembali basah.

Aku telah berkenalan dengan banyak januari sepanjang hidupku. Tapi bagiku januari kali ini adalah januari yang begitu mengena. Bukan karena apa-apa ataupun siapa-siapa. Semua begitu berarti karena aku telah sedikit banyak memahami arti itu sendiri. Awal tahun ini ada beberapa hal yang membuka pandanganku tentang hidup dan kehidupan, tentang iklas, tentang kesabaran, tentang hakikat manusia dan kematian, tentang banyak hal yang semuanya membuka mataku dan membuatku menyadari semuanya.

Tidak ada resolusi tahun ini, aku dan hatiku telah bersepakat untuk hanya menjalani semuanya. Membiarkan semua mengalir seperti air. Tidak perlu banyak keinginan dan harapan. Hanya jalani dengan sebaik-baiknya, itu cukup. Memiliki banyak keinginan dan harapan hanya akan menyakitkan ketika semua tidak berjalan seperti yang diharapkan. Jadi cara terbaik adalah dengan menjalaninya.

golden_shine_by_silvermoonswan-d5m0hht