Image
0

Kembali, Bagian #2

“Bagaimanapun sikapmu terhadapku. Diam, acuh, angkuh, cuek, atau ga mau ngomong sama aku sekalipun, itu semua ga akan menghalangiku untuk terus mencintai dan meyakinimu, Re. Karena aku yakin ada sesuatu yang kamu sembunyikan dibalik itu semua. Sesuatu yang sama seperti yang aku rasakan, mencintai dan merindukan”.

Aku masih tertegun memandangi layar laptopku. Membaca dengan seksama kata demi kata yang ditulis Arga di surat elektronik itu. Aku semakin tertegun membaca bagian terakhir isi surat itu. Antara sedih dan gembira. Antara ingin menangis atau tersenyum bahagia. Antara harus melupakan atau menerima dia kembali seperti dulu.

Jam digital di pojok kanan bawah laptopku sudah menunjukkan pukul 23.30. Dan aku masih saja dibuat bimbang oleh email yang selama beberapa jam ku baca berulang kali. Ingin rasanya aku membalas email itu. Menumpahkan segala yang kurasakan. Mengungkapkan semua rasa yang terus berkecamuk di dalam hatiku. Rasa yang bertahun-tahun kupendam dan terus kuingkari. Berharap pada saatnya nanti akan hilang seiring waktu berlalu.

“Seperti berlari-lari di dalam lingkaran, yang awalnya adalah akhir dan akhirnya adalah awal. Sejauh apapun aku berlari kembalinya selalu padamu. Serapat apapun aku bersembunyi, selalu mampu kau temukan kembali”.

Pukul 24.00 dan aku semakin frustasi dibuatnya. Telah kuputuskan untuk tidak membalas email panjang itu. Bukan karena aku benci, marah ataupun tak peduli terhadapnya,namun lebih karena aku tak bisa melawan bisikan di hatiku yang terus mengatakan bahwa aku harus melupakannya. Bahwa meninggalkannya adalah sebuah keharusan. Bahwa menjauh darinya adalah untuk kebaikan semua. Walau pada kenyataannya aku harus menyakiti diriku sendiri dan terluka. Lebih baik aku sakit karena rindu daripada harus bersamanya dan dia tidak bahagia bersamaku.

*

Hari – hari setelahnya aku lebih sering menghabiskan waktuku mengunjungi page fotografinya di fesbuk. Mengamati setiap geraknya di jejaring sosial terbesar itu dalam diam. Satu-satunya yang bisa aku lakukan adalah melihat foto-foto postingannya. Foto-foto hasil perjalanannya keliling Indonesia. Senang rasanya melihat dia yang sedikit demi sedikit telah mewujudkan impiannya.

“impianku adalah keliling Indonesia. Pengen rasanya bisa mengexplor keindahan negeri kita. Mulai dari manusia-manusianya, adat istiadat dan budanya dan segala keindahan alamnya” bilangnya dahulu di suatu waktu ketika kami masih bersama

“wah bakalan sering traveling dunk kamu, say. Aku bakalan sering kamu tinggalin dunk, huft” keluhku

“enggak dunk, kan ntar kamu yang nemenin aku. Kita perginya bareng-bareng, say. Mau kan kamu terus nemenin aku?”  jawabnya dalam nada meminta

“siyaapppp deh kalo kaya gitu, say. Tapi say… ketika kamu pergi, aku lebih suka menunggumu pulang, sambil terus mendoakanmu agar perjalananmu lancar” bilangku

“Terimakasih, say” ucapnya lirih sambil mengecup kedua tanganku yang sedari tadi telah berada di genggaman tangannya.

Holding_Hands_by_knightrazor

Bersambung……

Advertisements
Image
0

Berhati-hatilah Menggunakan Facebook

fb

Pesan dari salah satu akun Fesbuk bernama Metthew Senna itu masuk di spam folder di Facebook saya beberapa bulan lalu. Ia memperkenalkan diri sebagai salah satu tentara Amerika yang tengah bertugas di Kabul, Afghanistan. Ia memuji saya dengan kata-kata manisnya. Ia mengajak saya berkenalan dan meminta saya membalas pesannya. Bagi saya pesan seperti itu tidaklah penting, dan seperti biasa saya hanya mengabaikannya saja.

Beberapa hari kemudian muncul lagi pesan yang sama di folder spam facebook saya. Kali ini dari akun yang berbeda namun tetap mengaku bahwa dirinya adalah tentara Amerika yang tengah ditugaskan di Afghanistan. Modelnya sama, memperkenalnya diri sana sini dan meminta saya membalas pesannya. Dan lagi, pesan itu tidak saya balas, karena bagi saya tidaklah penting.

Sampai beberapa kali saya mendapat pesan yang sama dari akun yang berbeda, namun pemilik akun tersebut tetap mengklaim dirinya sebagai tentara Amerika Serikat. Karena saya merasa penasarn sekaligus merasa aneh, maka saya buka profil akun-akun tersebut satu persatu, dari semua akun itu sepertinya adalah akun yang baru dibuat. Darisana saya menyimpulkan bahwa akun-akun tersebut adalah milik satu orang yang saya sendiri tidak mengerti maksud dan tujuannya.

Yang membuat saya heran adalah kenapa orang-orang tersebut memuji-muji saya cantik, menarik dan sebagainya. Padahal saya  jarang memakai foto profil foto saya sendiri, saya lebih sering memakai bunga atau gambar-gambar yang bagi saya menarik. Lalu dari segi apa mereka menyimpulkan saya cantik dan menarik coba???? Dari sini kelihatan banget bohongnya bukan???

fb1

Karena saya merasa heran dan aneh dengan semua pesan yang saya terima dari bulan April sampai sekarang Agustus, akhirnya semalam saya membuat status yang berisi tentang keheranan saya terhadap pesan-pesan yang saya terima tersebut. Beberapa teman mengomentari status tersebut, beberapa dari mereka ada yang menanggapinya dengan becandaan, ada pula salah seorang teman perempuan saya yang mengaku bahwa ia juga menerima pesan yang sama di inboxnya. Lalu ada salah seorang teman yang berkomentar bahwa semua itu adalah pesan dari African dan Nigerian scammers. Mereka adalah penipu-penipu di dunia cyber yang memanfaatkan media facebook sebagai sarana untuk mencari korbannya.

Masih menurut informasi dari teman saya bahwa para penipu tersebut sudah merajalela di dunia maya. Bahkan ada salah seorang bule asal Inggris yang sudah kena tipu mereka. Mendengar cerita teman saya tersebut, saya jadi ingat sebuah berita yang saya baca beberapa bulan silam bahwa ada seorang perempuan yang berkenalan di Facebook dengan laki-laki asal Afrika. Setelah itu mereka saling bertukar nomor telepon dan pin Blackberry. Setelah saling akrab akhirnya mereka memutuskan untuk kopi darat. Si perempuan ini datang menemui si laki-laki di sebuah hotel. Sesampainya disana si perempuan yang katanya kaya raya itu dikerjai oleh beberapa laki-laki dan dibunuh. Sangat menyeramkan bukan???

Jadi berhati-hatilah berkenalan dengan manusia-manusia yang masih  asing di Facebook. Karena boleh jadi mereka adalah penjahat yang tengah mengincarmu untuk dijadikan korbannya. Jadi pintar-pintarlah memilih teman.