Image
1

Aku Mencintai Hujan

Aku mencintai hujan
Pagi ini, ia telah datang menyapaku
dengan gigil rindu yang tak pernah usai
Ia mendekapku dengan dingin
yang terus mengingatkanku akan senyummu yang hangat
Aspal berasap lembut, ada uap air mengambang di udara,
embun di daun, tanah basah, kau ada dimana-mana,
seperti hujan.

Aku mencintai hujan
yang derainya tak pernah usai membawa kehidupan dari langit
Kehidupan yang kita diami
Kehidupan dimana separuh dari diri kita pernah saling bertaut
seperti langit dan bumi
Aku mencintai hujan
yang dengan mesra mengecupku pagi tadi
saat aku berjalan dibawahnya
Lalu setiap tetesnya mengaliri setiap inchi tubuhku
seperti peluk ibu mendekap erat anaknya
Merayakan perjumpaan dalam basah dan diam

Aku mencintai November
yang akan membuat hujan lebih sering berkunjung
Juga dirimu dalam ingatanku
Bolehkah aku melarutkan engkau
dalam secangkir kopi esok pagi?
Dengan itu, aku berharap
kau tak akan pernah lagi pulang ke langit
Kau akan tinggal dalam diriku
dalam pembuluh darahku
dalam setiap sel-selku, menjadi satu denganku

falling_into__by_magnesina-d2zwigm

Quote
0

[wallcoo.com]_echi_echi_1121218_top

 

Keyakinan itu kembali hilang
terbawa arus hujan pagi ini

Lalu selanjutnya adalah kosong
dan lubang itu kembali menganga

Pagi ini dan seterusnya aku akan berlari
dalam gerimis pagi, sendiri

Quote
0

Aku rindu pada hujan
Rindu pada dinginnya yang menyegarkan
pada basahnya yang menenangkan
pada bau khasnya yang mampu membawaku
pada kisahkisah masa silam
Aku rindu pada ia seutuhnya

rain4

Image
0

Tentang Kepergian

Oktober kali ini membawa banyak cerita duka. Cerita tentang kepergian. Tetang merelakan sesuatu yang masih ingin ku dekap erat. Tentang malam – malam nya yang diliputi dengan hujan membadai. Hujan yang disertai angin kencang dan petirnya yang menyambar – nyambar. Yang merobohkan banyak pohon di sekeliling rumahku. Oktober kali ini mengajariku tentang ketegaran. Tentang adanya takar waktu dalam setiap pertemuan. Bahwa ketika Tuhan menciptakan pertemuan maka Ia juga menciptakan perpisahan.

Masih segar dalam ingatanku tentangmu. Saat kita masih bocah berkepang dua. Bermain petak umpet di sekitar rumah. Memanjat pohon dan berlarian di pinggiran sawah sambil bermain layang – layang. `sangat riang dan tanpa beban. Menyenangkan ya masa – masa itu. Pertemuan terakhir kita adalah beberapa bulan lalu. Kau begitu anggun menggendong anakmu yang masih berumur beberapa bulan. Kau semakin terlihat layaknya perempuan dewasa. Tak banyak percakapan antara kita. Karena pertemuan itu begitu singkat.

Hari ini 29 oktober 2011, kabar duka itu sampai di telingaku. Kabar tentang berpulangnya dirimu. Itu berarti kau akan pergi selamanya. Kau akan berada pada dimensi yang berbeda denganku. Sesak rasanya aku mendengar kabar itu. Tak percaya rasanya. benar memang bahwa kematian adalah rahasiaNya. Kita manusia tak pernah tahu kapan datangnya.

Tapi mengiklaskan semua sepertinya adalah pilihan yang terbaik. Karena dengan begitu kau bisa pergi dengan tenang. Tak peduli seberapa jauh jarak anatara kita, kau akan selalu ada dalam setiap doa – doa ku. Selamat jalan kawan. Aku menyayangimu.

after the rain