Image
0

20112410

Hai Byru,

Hari ini aku iseng buka-buka foto-foto dari screenshoot HP dan diantaranya kutemukan screenshoot tulisanmu dari tahun 2011 bulan Oktober tanggalnya 24. Aku mengambilnya dari akun Fesbukmu. Tulisan panjang yang kau tulis di status Fesbuk itu sepertinya aku tahu kau tujukan untuk siapa,hihiihi

Begini bunyi tulisanmu :

Sembilan puluh tujuh menit sejak aku meminum tegukan kopi terakhirku. Aku bukan pecandu kopi yag akut, dan karena itulah segelas kopi yag kuhabiskan masih bisa bereaksi, menjauhkan kantuk dari kepalaku.

Tengah malam telah lewat dan mataku masih segar terjaga menatap sesuatu, bermacam sesuatu, pada dinding, pada cicak yang merayap, pada detak jarum jam, pada televisi yang entah apa acaanya, pada awang-awang, pada almari, pada segala sesuatu yang dengan ketidakingin sadarku aku tidak dapat mengenalinya.

Sembilan puluh tujuh menit berlalu. Kau masih belum pergi juga. Seperti malam-malam sebelumnya kau selalu dengan setia menemaniku. Aku tak sanggunp melepaskan diriku darimu, dan aku memang tak mau. Entah mengapa aku mulai menikmatimu. Malah aku selalu mengharapkanmu. Kalau mungkin aku akan memaksamu, untuk selalu ada. Disini, dimalam ini, lebih dari sembilan puluh tujuh menit yang telah berlalu.

Seperti kemarin, malam ini aku minum kopi bukan karena aku ingin mengerjakan sesuatu yang akan terlambat jika kukerjakan esok. Tapi aku hanya ingin menemaimu yang selalu datang menemaniku. Agar aku bisa menikmati setiap detik waktuku bersamamu. Agar aku bisa menikmati setiap nafas yang kuhembuskan bersamamu.

Sembilan puluh tujuh menit, kau masih ada disini menemaniku, dan aku masih belum tahu. Kenapa harus kau yang ada menemaniku. Ataukah kau hadir disini bersamaku untuk menjawab semua pertanyaanku???

dear_diary_by_silvermoonswan-d5tkyub

Image
0

Kepada Byru

“Cinta itu tak akan pernah berakhir, bahkan ketika kepemilikannya sudah berakhir. Cinta itu tak mengikat, sehingga jalinan yang putus tak berpengaruh atas adanya cinta. Cinta itu tak membenci dan mendendam, tak membuat hati berlama-lama hanyut dalam biru. Cinta memerdekakan dan memberi kegairahan, sehingga jarak raga yang melebar tak berpengaruh padanya.

-Dari catatan salah satu teman FB, mb Sekar Suket-

Hai Byru,

Aku paham sekarang, kenapa semua rasa ini tak juga usai. Rasa yang timbul tenggelam. Yang tiap kali muncul selalu membuat dadaku sesak. Dan gerakku seolah terhenti di titik itu. Lalu beribu kenangan tentangmu muncul, seolah menghantam tepat di jantungku. Menyerangku dari segala arah dan tak ada tempat untuk bersembunyi ataupun berlari.

Rindu itu serupa keheningan yang tak bisa kulukiskan dengan apapun
Sebuah ruang kosong tanpa pintu dengan dindingdinding tebal menjulang
menyentuh langitlangit ingatan yang hanya satu jalan menujumu
.

Dulu, ku pikir semua rasa ini akan hilang begitu saja seiring waktu yang tertempuh. Semua akan hilang begitu saja dengan hadirnya wajah baru di hidupku. Tapi nyatanya semua prediksiku salah. Benar memang bahwa tak ada yang bisa diprediksi dari perasaan. Karena perasaan mengalir begitu saja,  layaknya air tak akan ada yang mampu membendungnya. Sebesar apapun rasaku pada wajahwajah baru itu, tetap kamu di baris pertamaku. Kamu tetaplah kamu dengan segala yang pernah terlukis di benakku dahulu.

Tidak peduli seberapa keras suarasuara itu membisiki ku, mengatakan betapa pengecutnya kamu. Seberapa ciut nyalimu, hingga memilih pergi sebelum badai itu datang. Meninggalkanku dengan banyak tanya yang tak pernah kau jawab. Bagiku, kamu tetaplah kamu dengan semua kebaikan dan keburukanmu yang tetap memiliki arti tersendiri yang tak kan pernah mereka pahami.

Byru,

Jika entah karena keajaiban atau apapun itu, tiba-tiba kamu menemukan tulisan ini dan membacanya, satu-satunya harapanku semoga kau tidak berkeberatan dengan semua rasaku ini, rasa yang aku sendiri tak pernah tahu akan sampai kapan.

letters_for_you_by_silvermoonswan-d5qjpfp