Image
4

Maka Ikhlaslah!

balloons_II_by_iuliana13

“Hanya ketika kau ikhlas, maka kau akan terlepas.”

Move on itu bukan seberapa jauh kau sudah berlari darinya. Bukan juga perkara kau sudah mampu melupakannya atau belum. Bukan juga seberapa rapat kau menyembunyikan segala kenangan yang pernah kau lewati bersamanya. Tidak juga tentang kau sudah memiliki orang lain lagi untuk menggantikan posisinya atau belum.

Move on itu tentang seberapa mampu kau merelakannya pergi. Tentang seberapa kuat kau menghadapi kenyataan. Tentang seberapa besar keyakinanmu kepada Dia, sang maha sutradara. Yang telah dengan sempurna menuliskan segala kisah hidupmu. Menggoreskan luka juga memberi pelajaran dianatara luka itu. Jika saja kau sadari.

Move on itu tentang ikhlas. Karena hanya ketika kau telah ikhlas melepaskan segala kecewa, sakit hati, rindu, bahkan mungkin dendam, maka kau akan terlepas dari segala luka. Lalu setelah luka itu akan kau temukan pelajaran berharga diantaranya. Dengan melepaskan, maka akan semakin ringan langkahmu menuju ke masa depan. Semakin banyak kesempatan-kesempatan bisa kau tangkap. Karena hidup itu harus bergerak, bukan hanya berdiri di satu titik dan menyesali semuanya.

Maka ikhlaslah!!

Advertisements
Image
0

Move On

417535_382524091760199_100000078347941_1495620_593010385_n

Move on itu tidak semudah kita menutup buku seusai kita menyelesaikan lembar terakhirnya. Ada banyak rasa yang menyertainya. Kekecewaan yang membuncah, air mata yang tumpah, luka segar yang menganga, dan tak jarang kemarahan turut menyertainya. Ada kenangan yang harus ditepis. Ada otak yang tak pernah berhenti berceloteh. Membolak – balikkan pikiran. Menaik turunkan suasana hati.

Move on itu seperti kita secara tidak siap mendapati hati kita yang hancur menjadi kepingan – kepingan yang berceceran bersama darah yang mengalirinya. Butuh kebesaran hati untuk menerima semuanya. Butuh banyak waktu untuk mencerna semuanya.

Move on adalah cara kita belajar bersabar. Belajar iklas menerima keadaan yang tidak seperti impian kita. Adalah cara kita membuka pikiran kita bahwa akan ada yang jauh lebih baik sesudahnya. Bahwa ketika sesuatu berakhir adalah awal dari perjalanan yang lainnya.

Lalu waktu adalah satu – satunya obat untuk menyembuhkan semua luka. Memulihkan semua tenaga untuk selanjutnya terus berjalan sampai kita menemukan rumah hati kita yang sebenarnya. Waktu pulalah yang akan menetralisir segala rasa dan menjadikannya seperti awal mula.

Dan waktu pulalah yang aku butuhkan sekarang untuk kita kembali seperti dulu. Menjadi dua manusia aneh yang mengobrol tentang hal – hal aneh tanpa terikat rasa yang aneh seperti yang sempat ada kemarin. Aku yakin, nanti akan ada masanya ketika kita bisa tertawa bersama lagi di teras biru ini. Aku masih merindukan kisah – kisahmu. Masih memimpikan semua akan kembali seperti awal mula kita bertemu. Aku akan terus menunggu sampai waktu itu tiba.