Image
0

Terima Kasihku, Ibu

a_gentle_evening_by_kerri__jo-d4msveo

Untuk senyummu di setiap pagiku tiba
Untuk makanan sehat di setiap hariku
Untuk kesabaranmu menghadapi kenakalanku
Terima kasihku, Ibu

Untuk doa-doa mu di sehabis sholatmu
Untuk keikhlasanmu menjagaku
Untuk kasihmu yang tak pernah henti
Terima kasihku, Ibu

Ibu adalah kasih yang tiada akhir
Doa yang takkan pernah putus
Ibu adalah kehidupanku
Aku menyayangimu, Ibu

*Di tulis untuk tugas puisi Dee*

Image
0

Maka Diamlah!

IMG_2439967741306

Tak perlu lagi bertanya mengapa
Sebab semua tanya hanya akan berlalu
layaknya angin berhembus
Sekencang apapun ia mengemuka
tak akan pernah ada jawab

Tak perlu lagi berfikir ini ataupun itu
Sebab semua asumsi hanya tersisa asumsi semata
Hanya akan mengotori hati
menambah beban pikiran

Maka diamlah, cukup diam dan berlalu
Sebab semua telah terkunci rapat
hati, otak, gerak, begitupun mulut
Semua telah bisu

Berhentilah bertanya dan berfikir
tentang hal yang percuma
Sebab hidup ini terlalu singkat
untuk hanya sekedar berkutat pada satu titik saja

 

Image
0

I am Tired

288791_264267236919219_2469592_o

I’m tired
Tired of feeling lost, afraid, misunderstood
Tired of wondering if I’m letting someone down by the choices I’ve made

I’m tired.
Tired of getting my feelings hurt, my ego bruised, my heart broken
Tired of showing these varmin called emotions

I’m tired
Tired of being me, of being weak
Tired of trying to be this person I cannot see

I’m tired
Tired of all the pain, all the struggle I’ve put upon myself
Tired of not being the person I was

I’m tired
Tired of hiding, hoping, and healing
Tired of listening, learning, letting

I’m tired…

I’m tired…

-The poem originally posted on Deviantart-
http://www.deviantart.com/art/Tired-48652347

Image
0

Kembali Kepada Sunyi

Pic from FB Page BnW Minimalism (c) Marek Waligora

(c) Marek Waligora

Kembali kepada sunyi
Berteman lagi dengan sepi
Kembali bertemu hitam dan putih
Warna yang sebenar-benarnya warna

Kembali ke pangkuan malam
karena gelapnya, satu-satunya yang dengan ikhlas
mampu menerima
Karena heningnya, satu-satunya yang dengan sabar
mendengar tiap keluh kesah

Persetan dengan pagi yang katanya indah
dengan senja yang katanya menakjubkan
Dengan byru langit yang katanya menawan
Dengan merah, kuning, hijau, ataupun ungu
yang katanya mampu memperindah segala yang ada

Karena semua hanya hingar bingar
yang sesaat kemudian akan hilang
Dan hanya sunyi satu-satunya yang abadi
Kepada sunyi aku kembali