Image
0

Dia, Tujuh Belas Tahun Kemudian

Alone_by_homigl14

Picture from Deviantart.com

Dia tumbuh, tumbuh, tambah tumbuh
Dan kini sudah jadi seorang gadis seperti kamu, cantik
Tapi dia tidak mampu tersenyum, bahkan dalam hati

Setiap hari dia pelajari hal-hal baru
Misalnya, cara-cara sederhana meluapkan kebahagiaan

Setiap hari dia juga pelajari kembali hal-hal lama
Misalnya, cara-cara sederhana melupakan kesedihan
Dalam hidupnya, keduanya sama-sama penting

Dia tumbuh, tumbuh, tambah tumbuh
Dan kini sudah jadi seorang gadis seperti kamu, manis
Tapi dia tidak mau menangis, bahkan dalam hati

Setiap malam dia katakan pada ibunya
:“jangan terlalu banyak menangis, ibu, aku tak tahu berenang.”
Setiap malam ia bertanya kepada Tuhan
:“aku mencintai masa kecil dan kehidupan, tapi kenapa dirusak orang?”

 

Note :
Salah satu puisi yang menurut saya ngena banget. Saya dapet puisi tersebut dari website seorang teman yang sayangnya sekarang udah ditutup. Puisi tersebut bukan karya teman saya. Dan sayangnya lagi saya lupa nama penulis puisi tersebut. siapapun penulisnya, saya mohon ijin untuk posting di blog saya. Makasih 🙂

 

Image
0

Terima Kasihku, Ibu

a_gentle_evening_by_kerri__jo-d4msveo

Untuk senyummu di setiap pagiku tiba
Untuk makanan sehat di setiap hariku
Untuk kesabaranmu menghadapi kenakalanku
Terima kasihku, Ibu

Untuk doa-doa mu di sehabis sholatmu
Untuk keikhlasanmu menjagaku
Untuk kasihmu yang tak pernah henti
Terima kasihku, Ibu

Ibu adalah kasih yang tiada akhir
Doa yang takkan pernah putus
Ibu adalah kehidupanku
Aku menyayangimu, Ibu

*Di tulis untuk tugas puisi Dee*

Image
0

Maka Diamlah!

IMG_2439967741306

Tak perlu lagi bertanya mengapa
Sebab semua tanya hanya akan berlalu
layaknya angin berhembus
Sekencang apapun ia mengemuka
tak akan pernah ada jawab

Tak perlu lagi berfikir ini ataupun itu
Sebab semua asumsi hanya tersisa asumsi semata
Hanya akan mengotori hati
menambah beban pikiran

Maka diamlah, cukup diam dan berlalu
Sebab semua telah terkunci rapat
hati, otak, gerak, begitupun mulut
Semua telah bisu

Berhentilah bertanya dan berfikir
tentang hal yang percuma
Sebab hidup ini terlalu singkat
untuk hanya sekedar berkutat pada satu titik saja

 

Image
0

Kembali Kepada Sunyi

Pic from FB Page BnW Minimalism (c) Marek Waligora

(c) Marek Waligora

Kembali kepada sunyi
Berteman lagi dengan sepi
Kembali bertemu hitam dan putih
Warna yang sebenar-benarnya warna

Kembali ke pangkuan malam
karena gelapnya, satu-satunya yang dengan ikhlas
mampu menerima
Karena heningnya, satu-satunya yang dengan sabar
mendengar tiap keluh kesah

Persetan dengan pagi yang katanya indah
dengan senja yang katanya menakjubkan
Dengan byru langit yang katanya menawan
Dengan merah, kuning, hijau, ataupun ungu
yang katanya mampu memperindah segala yang ada

Karena semua hanya hingar bingar
yang sesaat kemudian akan hilang
Dan hanya sunyi satu-satunya yang abadi
Kepada sunyi aku kembali

Image
0

Dimana-mana

Kamu ada dimana-mana
Dimana-mana ada kamu

Di semua jalan yang pernah ku lalui
Di semua tempat yang pernah ku singgahi
Di semua mimpi dan harapku
Di tiap doa yang dulu kupanjatkan
Di tiap ruang dan waktuku

Kamu pernah menjadi tujuan perjalananku
Hatimu pernah menjadi tempat paling nyaman
Rumah terindah yang pernah kumiliki

Kini, hatimu adalah tempat terjauh
yang takkan pernah tertempuh

go_back_home_by_ssilence

Quote
0

Tuhan,
Terimakasih untuk Juni yang indah dan penuh berkah
Terimakasih untuk beberapa mimpi yang mewujud nyata
Terimakasih untuk kesabaran yang tetap terjaga
Terimakasih untuk kasihMu yang tak pernah putus

Tuhan,
Terimakasih untuk selalu menjagaku
untuk membuatku selalu merasaknMu ada di dalam hatiku
Terimakasih untuk terus menemaniku
untuk menunjukkan jalan yang harus kutempuh

Tuhan,
Terimakasih untuk segala rahmat dan hidayahmu
Terimakasih untuk semuanya
Love you, God 😉