Image
0

Rindu Itu Kini Mewujud Doa

Hai Byru,
Entah kenapa akhir-akhir ini aku jadi lebih sering mengingatmu. Segala tentangmu selalu begitu saja dengan mudahnya terlintas di dalam pikiranku. Semua kenangan tentangmu begitu derasnya mengalir seperti hujan di Januari yang basah ini. Semua yang pernah kita lewati dahulu serasa baru saja berlalu, seperti hanya dalam satu kedipan mata saja.

Byru, apa kabarmu?
Semoga selalu baik-baik disana yah. Mengharapkan segala yang terbaik untukmu masih menjadi doa utama yang selalu tanpa lelah kupanjatkan di sehabis sholatku kepada Dia, sang maha menggenggam. Karena hanya melalui doa-doa aku merasa menjadi tetap dekat denganmu, juga denganNya. Penulis skenario terhebat dari kisah kita ini.

“Rindu itu kini mewujud doa”

Byru,
Beberapa hari lalu aku sempat stalking akun youtube mu. Hal yang sebenarnya sudah lama tidak ku lakukan. Pada playlist lagu mu aku menemukan salah satu lagu yang ketika aku mendengarnya untuk pertama kali langsung klik. Lagu dari band favoritmu yang juga telah menjadi band vaforitku semenjak waktu itu kau kirimkan kepadaku bersama beberapa lagu lain yang masih tersimpan rapi di folder lagu-lagu di dalam laptopku. Lagu untuk Oranganeh, begitu dulu kita menyebutnya. Karena lagu-lagu tersebut termasuk lagu anti mainstream yang jarang disukai sama manusia kebanyakan. Lagu yang hanya cocok di telinga oranganeh seperti kau dan aku, seperti kita dahulu.

While Your Lips Are Still Red, begitu judul lagu dari band Nightwish tersebut. Lagu melankolis untuk oranganeh, mungkin bisa disebut begitu. Lagu yang beberapa hari ini membuatku jadi baper. Setelah aku googling ternyata lagu itu adalah lagu lama (lagu bagus yang terlambat aku ketahui) hihihi. Lagu dari tahun 2007 yang merupakan soundtrack sebuah film yang berjudul Lieska!.

Here is the song…

Advertisements
Image
2

Miss You

Hai Byru,
Apa kabarmu? Ku harap kau selalu baik-baik disana. Selalu tersenyum menjalani hari-harimu. Selalu tercukupkan segala yang kau butuhkan. Sehat selalu yah. Karena ternyata sehat adalah karunia Tuhan yang paling utama, yang sering sekali kita abaikan.

Entah kenapa akhir-akhir ini aku jadi lebih sering sakit. Bukan penyakit yang berat memang, namun terkadang rasa sakit itu cukup mengganggu aktifitasku. Rasa sakit itu kerap mengganggu tidurku, karena terkadang ia menyerang di malam hari saat aku lelap dalam tidurku. Pernah semalaman aku tidak bisa tidur merasakan dan menikmati rasa sakit itu. Tapi aku tidak mau kalah dengan rasa sakit itu. Yang kutahu aku harus menghadapinya dengan berani. Tuhan memberikan semua itu karena Dia menyayangiku, itu yang selalu kuyakini.

“Karena tak ada penyakit yang tak ada penawarnya. Tak ada masalah yang tak ada jalan keluarnya. Segala sesuatu di dunia ini selalu ada kuncinya”

Byru,
Bagaimana kisahmu sekarang? Sudah sampai dimana perjalananmu keliling Endonesa?  Ingin rasanya aku mendengar kisah-kisahmu seperti dulu. Aku rindu ketika kau bercerita dengan mata berbinar penuh antusias. Mengisahkan setiap detail perjalananmu. Orang-orang yang kau temui ataupun adat istiadat mereka.

Byru,
Aku rindu saat-saat ketika kau memamerkan foto-foto perjalananmu kepadaku. Lalu dengan antusias kau ceritakan setiap detail kisahnya. Bagaimana kau mendaptkan foto itu atau lokasi foto tersebut diambil.

“Jika engkau tanya rindu itu serupa apa, ia adalah dirimu”

Byru,
Satu-satunya hal yang bisa kulakukan kini adalah mendoakanmu. Memohon kepada Dia, sang maha menggenggam agar selalu menjagamu. Memberimu kesehatan. Mencukupkan segala yang kau butuhkan. Menemani dan menuntun setiap langkahmu. Menghiburmu ketika kau sedih. Melindungi dirimu selalu.

“Sebab tak ada kata terindah dapat kuucapkan untuk lukiskan rindu, maka ku jelmakan ia dalam doa”

Byru,
Aku merindukanmu, selalu.

miss u

Image
0

Aku Dan Senja

Aku selalu menyukai senja
Karena dalam senja aku bisa memandangi lagi wajahmu
menikmati senyummu, mendengarkan lagi suaramu.

Aku sangat menyukai senja
karena dalam senja aku bisa bermanja lagi denganmu
menyandarkan kepalaku di bahumu
mendengarkan kisah – kisahmu seharian.

Aku selalu menunggu datangnya senja
Karena pada senja aku bisa  menumpahkan hujan rinduku padamu.
Melepaskan segala resah yang membelengguku.

Aku kembali menanti senja
Karena padamu aku ingin bercerita kisah – kisahku seharian
Tentang aku, tentang rinduku padamu yang tak berkesudahan.

196

 

Quote
0

Aku rindu pada hujan
Rindu pada dinginnya yang menyegarkan
pada basahnya yang menenangkan
pada bau khasnya yang mampu membawaku
pada kisahkisah masa silam
Aku rindu pada ia seutuhnya

rain4