Image
0

Dia, Tujuh Belas Tahun Kemudian

Alone_by_homigl14

Picture from Deviantart.com

Dia tumbuh, tumbuh, tambah tumbuh
Dan kini sudah jadi seorang gadis seperti kamu, cantik
Tapi dia tidak mampu tersenyum, bahkan dalam hati

Setiap hari dia pelajari hal-hal baru
Misalnya, cara-cara sederhana meluapkan kebahagiaan

Setiap hari dia juga pelajari kembali hal-hal lama
Misalnya, cara-cara sederhana melupakan kesedihan
Dalam hidupnya, keduanya sama-sama penting

Dia tumbuh, tumbuh, tambah tumbuh
Dan kini sudah jadi seorang gadis seperti kamu, manis
Tapi dia tidak mau menangis, bahkan dalam hati

Setiap malam dia katakan pada ibunya
:“jangan terlalu banyak menangis, ibu, aku tak tahu berenang.”
Setiap malam ia bertanya kepada Tuhan
:“aku mencintai masa kecil dan kehidupan, tapi kenapa dirusak orang?”

 

Note :
Salah satu puisi yang menurut saya ngena banget. Saya dapet puisi tersebut dari website seorang teman yang sayangnya sekarang udah ditutup. Puisi tersebut bukan karya teman saya. Dan sayangnya lagi saya lupa nama penulis puisi tersebut. siapapun penulisnya, saya mohon ijin untuk posting di blog saya. Makasih 🙂

 

Advertisements
Image
0

I Am Lost

Hai, Byru
Apa kabarmu hari ini? Indahkah harimu? Doaku selalu. Semoga semua berjalan seperti yang kau harapkan. Selalu dalam lindungan dan ridhoNya. Amiinn.

Byru,
Hari ini adalah hari terberatku. Rasanya ingin menyerah. Ingin menangis. Ingin teriak. Aku benar-benar sangat marah hari ini. Sangat kecewa. Dan aahhhhh entahlah. Semua terasa sangat berat. And i am really lost. Benar-benar hilang pegangan. Dan sampai aku tulis surat ini, aku masih bertanya-tanya apa maksud Tuhan memberiku hari terberat ini. Apakah mungkin Tuhan sedang menguji, seberapa sabar aku? Seberapa dewasa aku menghadapi semua ini?.

Byru,
Kau tahu bagaimana rasanya di matamatai? Lalu setelahnya orang yang mematamataimu itu menyimpulkan sepihak dari semua tindakan dan ucapanmu? Dan setelahnya semua tuduhan yang bertubi-tubi ia hujamkan kepadamu dengan membabibuta. Seolah semua analaisanya benar dan semua penjelasnmu adalah salah. Walau pada hakikatnya kau lebih tau segalanya dibanding si matamata itu. Itu yang kualami hari ini, Byru. Ternyata anak ABG pacar masalaluku itu selama ini mematamataiku di akun fesbukku. Dia menggunakan akun gaje dan menyusup ke frenlistku. Dia menggunakan cara itu karena akun dia yang asli aku restricted. Aku melakukan itu karena aku punya firasat dia berniat ga baik sama aku. Dan hari ini firasatku terbukti benar.

Byru,
Kemarin sudah kuceritakan kepadamu bahwa si ABG cemburu dan marahmarah ga jelas terhadapku dengan alasan yang aku sendiri tidak paham. Dan hari ini semua terjawab. Ternyata dia menuduhku macam-macam karena dia membaca semua postinganku tentang rindu yang kutujukan kepadamu. Aneh bukan, Byru. Ada orang yang berani mematamatai tapi ga siap dengan apa yang dia lihat, lalu membuat kesimpulan seenaknya.

Byru,
Sampai detik ini aku belum juga bisa menemukan sudut pandang yang terbaik dari semua yang kualami hari ini. Rasanya aku masih ga trima. Masih kecewa. Masih marah dan masih ga tau kenapa. Aku selalu ingat pesanmu untuk selalu tersenyum apapun yang dirasa, tapi rasanya aku belum juga bisa. Aku juga selalu mengingat pesanmu untuk melihat segala sesuatu bukan hanya dari satu sudut pandang saja. Tapi nyatanya aku juga belum bisa menemukan sudut pandang lain yang bisa membuatku merasa lebih baik.

Byru,
Aku meridukanmu. Aku berharap kamu ada saat ini. Menjadi pendengar setiap keluhku kesahku. Menjadi penerang pikiranku yang gelap. Menuntunku sampai aku menemukan sudut pandang yang terbaik. Aku membutuhkanmu, Byru. Sangat membutuhkanmu saat ini. Jika saja kamu masih ada.

Sad_Sad_Sad_Girl